Politik

Jimly Asshiddiqie: Kasus Ijazah Jokowi Bisa Bergulir hingga 2029

KETIKKABAR.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, angkat bicara soal polemik dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai isu ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi telah meluas menjadi alat pertarungan politik yang berkepanjangan.

“Kasus ijazah palsu ini sudah sering muncul, apalagi saat pemilu. Ini masalah klasik karena administrasi kita masih bermasalah,” kata Jimly dalam kanal YouTube Refly Harun, Jumat, 16 Mei 2025.

Menurut Jimly, bukan hanya Jokowi yang menjadi sasaran. Ia menyebut tuduhan ijazah palsu kerap digunakan untuk menjatuhkan lawan politik, baik dalam Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.

“Kalau tidak suka sama orang, yang dicari ijazahnya,” ujarnya.

BACA JUGA:
Prabowo Instruksikan Menteri ESDM Segera Eksekusi Pencabutan IUP di Kawasan Hutan

Ia juga menyayangkan bahwa polemik ini berkembang ke arah yang lebih luas, bahkan menyeret keluarga Presiden. Jimly menyebut kini keluarga Jokowi seolah diposisikan sebagai musuh bersama.

“Kasus ini bukan lagi soal dokumen, tapi sudah melebar ke isu politik, termasuk pemilihan Gibran sebagai wakil presiden,” katanya.

“Akan makin banyak yang memusuhi, dan makin banyak pula yang membela.” lanjutnya.

Jimly memprediksi bahwa kasus ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Meskipun sudah ada putusan pengadilan yang menyatakan ijazah Jokowi asli, ia menilai ketidakpuasan dari pihak penggugat akan terus menyulut polemik.

“Ini bisa sampai 2029,” katanya. “Karena bagaimanapun hasilnya, pihak yang kalah akan tetap merasa tidak puas.”

Lebih jauh, Jimly menyoroti pentingnya pembenahan administrasi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar persoalan serupa tidak terus berulang dalam setiap kontestasi politik.[]

BACA JUGA:
Drone Emprit Sebut Video JK Sengaja Dipotong untuk Picu SARA

TERKAIT LAINNYA