KETIKKABAR.com – Ketegangan antara Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal, dengan sejumlah jenderal purnawirawan akhirnya mereda.
Dalam sebuah komunikasi langsung dengan Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman, Hercules menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa dirinya tidak akan memperpanjang persoalan.
Percakapan itu berlangsung dalam sambungan video call dan terekam dalam siaran langsung televisi nasional yang kemudian viral di media sosial. Dudung saat itu tengah diwawancara oleh Metro TV ketika ia menginisiasi panggilan tersebut.
“Saya coba telepon ya,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu, lalu menghubungi Hercules secara langsung.
Begitu tersambung, Dudung berbincang dalam bahasa Tetun, bahasa yang umum digunakan di Timor Leste, menunjukkan kedekatan personal antara keduanya. Dalam percakapan tersebut, Dudung menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto terkait peran organisasi kemasyarakatan.
“Pesan Pak Presiden saat rapat kabinet, ormas-ormas yang menyengsarakan masyarakat, menekan masyarakat, memalak masyarakat, harus ditindak. Tapi kalau ormas membantu masyarakat, mendukung program pembangunan, tentu itu didorong,” kata Dudung.
Hercules menanggapi dengan menyatakan bahwa GRIB Jaya selalu berupaya hadir dalam setiap kesulitan yang dialami masyarakat.
“Mohon Jenderal, GRIB selalu bantu bencana-bencana, kesusahan masyarakat di seluruh Indonesia, GRIB selalu hadir,” ucap Hercules di ujung sambungan.
Dudung kemudian menegaskan kembali arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo.
“Presiden memerintahkan Mendagri, kalau ada ormas yang menyengsarakan masyarakat, bubarkan saja. Saya sampaikan itu juga ke beliau (Hercules), dan dia setuju,” kata Dudung.
“Bubarkan, saya mendukung,” timpal Hercules.
Dalam momen itu pula, Dudung meminta Hercules untuk menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah jenderal purnawirawan yang sempat tersinggung atas pernyataan Hercules di media sebelumnya. Hercules pun menyatakan penyesalannya secara terbuka.
“Minta maaf atas ucapan yang salah terhadap bapak purna, jenderal. Aku minta maaf sebesarnya,” ujarnya.
Dudung menambahkan, Hercules telah menyampaikan permohonan maaf kepada tokoh-tokoh militer seperti Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan beberapa anggota Keluarga Besar TNI lainnya.
Dengan permintaan maaf ini, ketegangan antara GRIB Jaya dan para purnawirawan dinyatakan selesai. Dudung menyebut Hercules akan kembali fokus mendukung pemerintah, terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.[]


















