Daerah

Operasi Brantas Jaya: 109 Bendera Ormas Ditertibkan, Dua Preman Ditangkap

KETIKKABAR.com – Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 109 bendera dan dua spanduk milik sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam operasi Brantas Jaya 2025, Jumat, 9 Mei 2025.

Penertiban dilakukan serentak di delapan wilayah polsek jajaran demi menjaga ketertiban ruang publik dan meredam potensi gesekan horizontal antar kelompok.

“Penurunan atribut ormas ini bagian dari penegakan aturan untuk menjaga ketertiban umum. Tidak boleh ada simbol kelompok yang menguasai ruang publik seenaknya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, Sabtu, 10 Mei 2025.

Dari delapan kecamatan, penertiban terbanyak tercatat di Sawah Besar dengan 32 bendera yang diturunkan dari berbagai sudut jalan. Polisi menyisir gang-gang sempit, perempatan jalan, hingga tiang listrik yang sebelumnya dipenuhi atribut ormas.

Dibersihkan, Ditindak

BACA JUGA:
Relawan Tiongkok dan Malaysia Serahkan 9.500 Paket Bantuan untuk Korban Bencana Aceh

Tak hanya menertibkan atribut, polisi juga mengungkap aksi premanisme di kawasan pusat niaga Thamrin City, Tanah Abang. Dua orang pria, S (39) dan TP (25), ditangkap usai memalak sopir mobil boks dengan dalih retribusi parkir liar.

“Kami tidak beri ruang untuk aksi premanisme. Siapa pun yang mengintimidasi warga di ruang publik akan kami tindak tegas,” kata Susatyo.

Keduanya mematok tarif parkir sebesar Rp20.000 dan mengancam sopir jika tidak membayar. Polisi langsung meringkus keduanya dan menetapkan status tersangka dengan jeratan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara.

Operasi Brantas Jaya akan terus berlanjut hingga seluruh ruang publik steril dari simbol ormas yang tak sesuai aturan dan dari praktik intimidatif oleh individu maupun kelompok.

BACA JUGA:
Wagub Aceh bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Korban Siklon Senyap di Aceh Tamiang

“Kami ingin Jakarta menjadi kota yang nyaman untuk semua, tanpa tekanan dari kelompok mana pun,” tegas Susatyo.[]

TERKAIT LAINNYA