Internasional

India-Pakistan Terancam Perang Nuklir Pasca Penembakan Massal di Kashmir

KETIKKABAR.com – Ketegangan antara dua negara pemilik senjata nuklir, India dan Pakistan, semakin meningkat, memicu kekhawatiran akan potensi pecahnya perang besar di kawasan Asia Selatan.

Insiden tragis yang terjadi pada Selasa, 22 April 2025, di lembah Baisaran, wilayah Pahalgam, Jammu dan Kashmir, menjadi pemicu ketegangan ini.

Penembakan massal tersebut menewaskan 26 orang dan melukai 17 lainnya, dengan mayoritas korban adalah warga negara India, serta satu warga negara Nepal.

Polisi India menyebutkan bahwa serangan ini merupakan yang terburuk terhadap warga sipil sejak tragedi penembakan di Mumbai pada 2008.

Kelompok militan “Perlawanan Kashmir” mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pesan di media sosial, menuding ketidakpuasan atas perubahan demografi yang terjadi di wilayah tersebut, termasuk penempatan lebih dari 85.000 orang luar.

Isu ini menambah ketegangan antara India dan Pakistan yang sudah lama tercemar dengan konflik di Kashmir.

Badan Keamanan India kemudian menuding Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab, dengan mengaitkan kelompok militan yang berbasis di Pakistan, seperti Lashkar-e-Taiba dan Hizbul Mujahideen, di balik serangan tersebut.

BACA JUGA:  Rumah Buruh Rusak Berat Dilalap Api, Bupati Aceh Besar Salurkan Bantuan untuk Korban

Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan hanya memberikan dukungan politik dan diplomatik terhadap pemberontakan di Kashmir, bukan dukungan langsung pada aksi militan.

Ketegangan ini bukan hanya berdampak pada hubungan diplomatik antara kedua negara, tetapi juga berpotensi merambah ke ancaman perang terbuka.

Dalam laporan yang diterbitkan Times of India pada Kamis (24/4/2025), potensi kesalahan perhitungan dalam konfrontasi ini semakin mengkhawatirkan, dengan kemungkinan kecil namun nyata bahwa ketegangan ini bisa memicu perang nuklir.

Data intelijen AS yang dirilis pada Rabu, mengungkapkan prediksi tentang risiko konflik nuklir antara India dan Pakistan, yang sudah diidentifikasi sejak dekade 1980-an.

Menurut laporan tersebut, serangan India terhadap fasilitas nuklir Pakistan, khususnya di Karachi, dapat mengarah pada pembalasan menggunakan senjata nuklir dari Pakistan.

BACA JUGA:  Arab Saudi Eksekusi Mati Dua Warga Bangladesh di Makkah, Pemerintahnya Mengaku Tak Diberi Tahu

Hal ini berisiko besar mengubah konflik regional menjadi perang nuklir yang akan memengaruhi keamanan global.

Analisis intelijen AS sejak tahun 1970-an memang telah memprediksi kemungkinan skenario ketegangan nuklir antara India dan Pakistan, yang tetap relevan hingga kini.

Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas di Asia Selatan, dan betapa dekatnya kedua negara ini dengan konflik besar yang dapat mengubah lanskap geopolitik dunia.

Ke depan, komunitas internasional harus lebih waspada terhadap perkembangan di Kashmir, yang mungkin tidak hanya mengancam kedua negara, tetapi juga stabilitas global.[]

TERKAIT LAINNYA