“Prabowo Subianto harus mengganti menteri yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan sesaat, tanpa berkorelasi dengan visi dan misi Prabowo Subianto sesuai janji kampanye,” ujar Hari seperti dikutip rmol pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Meskipun Yandri Susanto berasal dari partai pengusung, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Hari menegaskan bahwa kesalahan tetaplah kesalahan. Ia memperingatkan agar citra pemerintah tidak rusak hanya karena menteri yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada menjalankan tugas yang sesuai dengan tujuan pemerintah.
“Citra pemerintahan semakin jauh jika para pembantu Prabowo Subianto, berjalan hanya didasari hasrat kepentingan pribadi dengan menggunakan jabatannya,” ungkap Hari.
Hari menambahkan bahwa Presiden Prabowo seharusnya dapat mengevaluasi kinerja para menterinya, termasuk mengganti mereka yang tidak berperan aktif dalam mendukung agenda pemerintahan.
“Jangan jadi aji mumpung menteri-menteri berlindung di ketiak Prabowo,” kata Hari.
Sebagaimana diketahui, pemilihan bupati dan wakil bupati Serang 2024 harus diulang setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menemukan adanya pelanggaran netralitas aparat desa.
Dalam putusan perselisihan hasil pemilihan umum bupati (PHPU Bup) Kabupaten Serang untuk perkara nomor 70/PHPU.BUP-XXIII/2025, MK mencermati keterlibatan Menteri Yandri Susanto dalam kemenangan pasangan nomor urut 2, Ratu Rachmatuzakiyah-Muhammad Najib Hamas. Menariknya, Ratu Rachmatuzakiyah merupakan istri dari Yandri Susanto.[]