Daerah

TNI AD Tertibkan Bendera Bulan Bintang di Meunasah Pulo Keunari Pidie

KETIKKABAR.com, Jakarta — TNI AD melalui jajaran Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Sebelum upaya penertiban fisik ditempuh, aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi intensif bersama panitia penyelenggara. Namun, upaya negosiasi tidak menemui kesepakatan lantaran panitia tetap bersikeras mempertahankan pengibaran bendera tersebut.

Di waktu bersamaan, TNI AD turut mengantisipasi rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersinergi dengan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) menggiatkan patroli serta komunikasi sosial.

Alhasil, kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh dipindahkan ke lokasi Makam Tgk. Abdullah Syafi’i di Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.

Saat proses penertiban berlangsung di Desa Pulo Keunari, eskalasi situasi mendadak meningkat. Petugas di lapangan mendapat serangan pelemparan batu dan kayu, serta mendeteksi adanya massa yang membawa senjata tajam.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Padati Penutupan MTQ ke-35 Aceh Besar

Personel sempat berupaya meredam dan membubarkan kerumunan menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara (PHH).

Namun, lantaran aksi anarkis kian mendesak dan mengancam keselamatan petugas, tindakan penanganan terukur dilakukan secara bertahap dengan melepaskan tembakan peringatan munisi hampa hingga munisi karet.

Pasca-massa terurai dan membubarkan diri, personel TNI berhasil menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi. Penertiban ini ditegaskan sebagai langkah menjaga keamanan wilayah serta menegakkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Korban Jiwa, Luka-Luka, dan Pernyataan Belasungkawa TNI AD

Insiden ketegangan tersebut mengakibatkan 14 warga sipil menjadi korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, dari pihak aparat, sebanyak enam personel TNI dilaporkan menderita luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Pidie. Almarhum telah dikebumikan di TPU Desa Dayah Kampong Baru pada Kamis (5/11/2026) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

BACA JUGA:  Jumpa Presiden Prabowo, Mualem Bahas Keberlanjutan Dana Otsus dan Sejumlah Isu Strategis Aceh

Pihak Mabes TNI AD menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.

“TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut serta berharap seluruh korban luka segera pulih. TNI AD juga terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali,” tulis Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) dalam keterangannya.

TNI AD menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, jajarannya senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi erat bersama Polri, pemerintah daerah, dan para tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dipastikan berjalan profesional sesuai regulasi dan memperhatikan keselamatan warga.

Hingga Kamis (5/11/2026) subuh sekira pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie dipastikan telah kembali kondusif.

Kendati demikian, personel TNI tetap disiagakan untuk memantau perkembangan demi menjamin kelangsungan stabilitas kamtibmas. []

TERKAIT LAINNYA