KETIKKABAR.com — Debat terbuka antara pengamat politik Rocky Gerung dan pakar hukum tata negara Feri Amsari terkait keterlibatan TNI dalam program pertanian memicu reaksi publik.
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif turut melontarkan sindiran tajam terhadap sikap Rocky yang dinilainya melunak saat membahas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kritik tersebut disampaikan Laode melalui akun media sosial X miliknya menyusul perdebatan sengit mengenai program tentara menanam jagung dan isu militerisasi.
“Konsisten cerdas itu….ternyata mahal …. akhirnya jadi ‘dungu’ juga MAAF,” tulis Laode.
Perdebatan bermula ketika Rocky Gerung melontarkan argumen bahwa pelibatan prajurit militer dalam sektor pertanian tidak otomatis dikategorikan sebagai bentuk militerisasi.
Ia bahkan menggunakan istilah “jagungisasi tentara” untuk menggambarkan situasi di mana prajurit disibukkan dengan urusan bercocok tanam.
“Kalau kita takut militerisasi, biarkan tentara nanem jagung, supaya dia sibuk cari bibit lupa cari mesiu, lupa memanggul senjata,” ujar Rocky dalam perdebatan tersebut.
Menurut Rocky, keterlibatan dalam aktivitas agraris tersebut justru dapat mengalihkan fokus prajurit dari potensi penggunaan senjata.
Namun, argumentasi tersebut langsung mendapat bantahan keras dari Feri Amsari. Feri menilai jalan pikiran tersebut mengandung logical fallacy atau kesesatan berpikir karena melenceng dari mandat utama institusi militer dalam hal pertahanan negara.
“Tapi itu logica fallacy, karena tugasnya kan menjaga pertahanan,” kata Feri.
Feri juga memperingatkan risiko sosial yang timbul apabila aparat militer bersentuhan langsung dengan ranah sipil, khususnya para petani, yang berpotensi memicu benturan kepentingan di lapangan.
“Orang yang bekerja untuk pertahanan abang dayagunakan jadi petani. Cerita aneh, masa tentara tidak bisa memanggul senjata karena sibuk menanam jagung,” ujar Feri.
Lebih lanjut, Feri menyoroti inkonsistensi retorika Rocky yang dinilai berubah drastis ketika membahas figur Presiden Prabowo Subianto.
“Menurut saya, abang menyalahi logika utama tentang susunan fondasi bernegara, abang kalau cerita soal Prabowo logikanya tiba-tiba jadi kacau begini,” kata Feri.
Di tengah silang pendapat tersebut, komentar Laode M Syarif hadir memperkuat kritik terhadap pergeseran sudut pandang Rocky.
Unggahan tersebut mencerminkan pandangan bahwa sikap kritis yang selama ini dipegang teguh mulai luntur ketika berhadapan dengan kebijakan pemerintahan saat ini.[]










