KETIKKABAR.com — Lembaga zionisme yang berbasis di Tel Aviv, Israel-Asia Center, mempublikasikan program kerja sama bertajuk Israel-Indonesia Future 2027.
Program tersebut dirancang untuk merekrut sejumlah kalangan dari berbagai bidang di Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun hubungan dan membuka dialog antara kedua belah pihak.
“Israel-Indonesia Future Program: Melibatkan para pemimpin baru maupun yang sudah mapan untuk membangun jembatan dan untuk membentuk masa depan yang Israel-Indonesia,” demikian kutipan promosi program yang dimuat dalam Israel-Asia Center pada Selasa (25/8/2026).
Perekrutan terbuka ini dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026. Dalam keterangannya, program tersebut disebut sebagai bagian dari kelanjutan kampanye yang merujuk pada kerangka kerja sama regional yang melibatkan sejumlah negara.
Menurut ulasan dari Times of Israel, inisiatif lintas kalangan ini bukanlah gagasan baru.
Otoritas di Tel Aviv sebelumnya telah menginisiasi program serupa sejak tahun 2022 guna mempertemukan para peserta dari kedua belah pihak untuk membahas berbagai sektor, mulai dari inovasi, teknologi, bisnis, hingga pendidikan.
Kendati demikian, upaya pendekatan terhadap Indonesia ini tetap menjadi sorotan di tengah dinamika geopolitik global, terutama berkaitan dengan posisi resmi pemerintah Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Program yang ditawarkan mencakup pembahasan di berbagai bidang strategis, seperti ketahanan pangan, air, energi, layanan kesehatan, hingga pemahaman lintas budaya.
Pihak penyelenggara mengeklaim bahwa kegiatan ini bertujuan membangun landasan komunikasi antar-masyarakat, meskipun isu normalisasi hubungan diplomatik resmi kerap memicu perdebatan luas di tengah publik Tanah Air.[]










