KETIKKABAR.com — Para perwira senior militer Israel dikabarkan sudah lelah dengan kemungkinan konflik baru yang dinilai tidak memiliki alasan keamanan yang jelas.
Mereka menegaskan tidak ingin militer Israel kembali terseret ke dalam perang baru, terutama jika langkah tersebut berkaitan dengan kepentingan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kekhawatiran para jenderal tersebut mengemuka di tengah dugaan adanya upaya peningkatan eskalasi kembali di Jalur Gaza menjelang pemilihan umum parlemen Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Surat kabar Israel, Maariv, yang mengutip keterangan pejabat senior militer, melaporkan kekhawatiran bahwa pertimbangan politik dikhawatirkan dapat memengaruhi keputusan operasi militer.
Para pejabat militer pun dengan tegas memperingatkan agar institusi pertahanan tidak dijadikan instrumen politik praktis.
“Kami tidak akan terlibat dalam perang baru yang tidak perlu,” kata para pejabat militer kepada Maariv, dikutip Minggu (23/8/2026).
Sikap tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan di internal keamanan Israel terhadap kebijakan pemerintah.
Sejumlah politisi oposisi turut menuding Netanyahu sengaja memanfaatkan isu ancaman konflik demi mendulang dukungan kelompok sayap kanan, termasuk melalui retorika keras terhadap Turki pasca-serangan di Suriah.
Di tengah memanasnya perdebatan domestik ini, sikap tegas para perwira senior yang menolak perang baru menjadi tekanan tambahan bagi pemerintahan Netanyahu dalam memastikan langkah militer tetap berpijak pada kebutuhan keamanan negara, bukan kepentingan elektoral.[]










