Daerah

Korban Tewas Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang, 1.875 Personil Dikerahkan

KETIKKABAR.com – Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru hingga Minggu (16/8/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 51 orang dan 64 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT Kombes Bayu Suseno merinci bahwa korban meninggal terbanyak ditemukan di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur 20 orang. Proses pencarian dan evakuasi di lapangan masih terus dilakukan secara intensif.

“Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,” ujar Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Bencana ini juga memicu kerusakan parah pada berbagai infrastruktur dasar serta fasilitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA:  Kodim 0108/Agara Kebut Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Gantung Kumbang Jaya Aceh Tenggara

Tercatat sebanyak 21 rumah sakit mengalami dampak, dengan 3 di antaranya rusak berat dan 6 rusak ringan. Sementara dari 190 puskesmas yang terdampak, 20 unit mengalami kerusakan berat.

Petugas gabungan juga mencatat adanya 33 titik longsor, 4 titik patahan jalan, 4 jembatan rusak, serta lumpuhnya sejumlah ruas jalur vital seperti Ende-Bajawa dan Ende-Maumere. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, sebanyak 914 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

Guna mempercepat proses penanganan darurat, sebanyak 1.875 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan ke lokasi bencana.

Polri turut memobilisasi armada helikopter dari Bima ke Labuan Bajo guna mendukung evakuasi medis serta distribusi logistik melalui jalur udara dan laut.

BACA JUGA:  Pemkab Aceh Besar Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Lewat Program Padat Karya

Pos Pendamping Nasional (Pospenas) juga telah dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, serta Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma untuk memastikan kelancaran pengiriman bantuan.

“Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” pungkas Bayu.[]

TERKAIT LAINNYA