Hukum

Viral Berakhir Damai, Kasus Dugaan Pemukulan oleh Dirreskrimum Polda Sumbar Diselesaikan Kekeluargaan

KETIKKABAR.com — Kasus perselisihan yang melibatkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Teddy Fanani, dengan seorang pengendara mobil bernama Bill Irzano (23) resmi berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai dicapai melalui pertemuan tertutup yang dihadiri oleh Bill bersama pihak keluarga dan Kombes Pol. Teddy Fanani di sebuah restoran kawasan GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, pada Minggu (9/8/2026) malam.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu turut disaksikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, serta Ketua PWI Sumbar, Widya Navies.

Perselisihan ini bermula dari insiden cekcok di jalan raya antara Bill dan rombongan Teddy menjelang pelaksanaan shalat Jumat (7/8/2026), yang kemudian berujung pada pengakuan Bill bahwa dirinya telah dipukul.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat melaporkan peristiwa itu ke Bidang Propam dan SPKT Polda Sumbar pada Jumat sore harinya.

Ibu kandung Bill, Susi Suzanna (52), mengungkapkan bahwa perdamaian ini tercapai setelah pihak kepolisian, yang diwakili oleh Teddy didampingi Ketua LKAAM Sumbar dan Ketua PWI, menunjukkan itikad baik dengan mendatangi kediaman mereka pada Sabtu (8/8/2026).

“Pak Teddy, ditemani Ketua LKAAM Sumbar dan Ketua PWI, sebenarnya sudah datang ke rumah,” kata Susi kepada wartawan seusai pertemuan, Minggu malam.

BACA JUGA:  Polda Aceh Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Ekstasi dan Cartridge Etomidate, Oknum Kepala Desa Turut Diamankan

Susi menyatakan bahwa keluarganya sejak awal tidak berniat memperpanjang masalah karena dikhawatirkan hanya akan menguras waktu dan tenaga.

“Kita tak mau sebenarnya memperpanjang masalah,” ujarnya.

Pencabutan Laporan dan Harapan Pembenahan Institusi

Sebagai konsekuensi dari kesepakatan damai tersebut, pihak keluarga memastikan akan segera mencabut laporan yang sebelumnya telah dilayangkan ke Propam dan SPKT Polda Sumbar.

“Kita akan komunikasi dengan penasihat hukum, dan besok rencananya akan dicabut,” kata Susi.

Kendati telah memilih jalur damai, Susi tetap menitipkan pesan agar institusi Kepolisian Republik Indonesia melakukan evaluasi dan pembenahan internal agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Cukuplah kita terakhir yang jadi korban,” ujarnya.

“Kami minta polisi tak lagi mengulangi aksi arogan ke masyarakat,” tambah Susi.

BACA JUGA:  Bea Cukai Lhokseumawe dan Bareskrim Tangkap Kurir Ganja 6 Kg di Nagan Raya

Sementara itu, Kombes Pol. Teddy Fanani menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban, keluarga besar, serta masyarakat luas atas insiden keributan yang sempat menyedot perhatian publik tersebut.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bill dan keluarga, dan juga kepada masyarakat luas,” kata Teddy kepada Kompas.com, Minggu malam.

Teddy menegaskan bahwa peristiwa ini akan dijadikan bahan instrospeksi diri yang mendalam agar tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari. Usai pertemuan tersebut, Bill yang terlihat kelelahan memilih untuk tidak memberikan komentar kepada awak media.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyatakan bahwa proses administrasi dan finalisasi kesepakatan damai akan dilanjutkan pada Senin (10/8/2026).

“Besok kegiatan akan berlanjut dengan agenda kesepakatan penyelesaian masalah,” kata Susmelawati.

Pertemuan lanjutan tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh para pihak terkait dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Solihin, guna memastikan seluruh poin kesepakatan diselesaikan secara tuntas dan transparan.[]

TERKAIT LAINNYA