Hiburan

Viral Tangisan Keysa Siswi SD di Buleleng Usai Ayahnya Tewas Dihakimi Massa, 5 Orang Jadi Tersangka

KETIKKABAR.com – Publik di media sosial dihebohkan dengan viralnya video seorang siswi kelas 2 Sekolah Dasar (SD) bernama lengkap Komang Kesya Puspita Putri alias Keysa.

Siswi SDN 3 Sidetapa, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, ini tertangkap kamera menangisi kepergian sang ayah yang tewas akibat aksi main hakim sendiri.

Dalam rekaman video yang beredar luas, Keysa tampak berada di tengah kerumunan saat prosesi pemulasaraan jenazah ayahnya.

Bocah mungil tersebut menangis histeris sambil terus memanggil “Bapak… bapak… bapak…”, yang seketika mengundang gelombang simpati dari warganet.

Ayah Keysa yang berinisial KD, warga Desa Sidetapa, diketahui tewas pada Jumat (24/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa tragis itu bermula ketika KD diduga terpergok mencuri seekor ayam aduan milik warga setempat bernama I Wayan Adi Suteja (31).

Situasi tersebut memicu amarah warga hingga berujung pada pengeroyokan fatal, bahkan sepeda motor yang digunakan korban turut dibakar massa.

Almarhum KD meninggalkan seorang istri bernama Putu Dewi Suryantini serta tiga orang anak. Anak sulung korban, Putu Yoni Riskiani, telah menikah; anak kedua, Kadek Dea Sekar Sari, tengah menempuh pendidikan di SMK PGRI Seririt; sementara Keysa merupakan anak bungsu dalam keluarga tersebut.

Kasus pengeroyokan berujung maut ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, secara terbuka menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga.

BACA JUGA:  Viral! "Papaku Beli Minyak 15 Jeriken," Unggahan Anak Pejabat Aceh Ini Panen Hujatan Warganet

Ia menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum semestinya diselesaikan melalui jalur yang benar, bukan dengan merenggut nyawa seseorang.

“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” ujar Sutama, yang mengaku sangat terpukul saat menjemput jenazah warganya dan menyaksikan langsung tangisan anak-anak korban.

Keprihatinan mendalam juga disampaikan oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Ia langsung menginstruksikan jajaran Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk turun tangan memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga, sekaligus memastikan keberlangsungan masa depan serta pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.

Tim Dinas Sosial Kabupaten Buleleng telah mendatangi rumah duka pada Minggu (26/7/2026).

Kecaman keras turut dilayangkan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Wilayah Kerja Bali.

Koordinator KemenHAM Bali, Anak Agung Gede Ngurah Dalem, menegaskan bahwa aksi main hakim sendiri merupakan pelanggaran hukum dan Hak Asasi Manusia yang berat, serta meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga, khususnya anak-anak korban.

BACA JUGA:  Viral! "Papaku Beli Minyak 15 Jeriken," Unggahan Anak Pejabat Aceh Ini Panen Hujatan Warganet

Dari sudut pandang penegakan hukum, jajaran kepolisian dari Polres Tabanan bergerak cepat dengan memeriksa 18 orang saksi serta menyita sejumlah barang bukti termasuk alat yang digunakan dalam aksi pengeroyokan.

Polisi akhirnya menetapkan lima orang warga sebagai tersangka, masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML (atau MK), dan ND. Kelimanya dijerat dengan pasal terkait kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga, perhatian publik juga tertuju pada kepolosan Keysa. Menyusul viralnya video tangisan bocah tersebut, seorang anggota DPD RI berinisial AWK dikabarkan memberikan perhatian khusus melalui sambungan video call.

Dalam percakapan tersebut, ketika ditanya mengenai hadiah yang diinginkan, Keysa dengan polos menjawab ingin dibelikan sebuah sepeda berwarna pink, yang langsung dijanjikan akan dipenuhi oleh sang senator.

Hingga saat ini, proses penyidikan kasus pengeroyokan tersebut masih terus berjalan di kepolisian, sementara pemerintah daerah bersama pihak terkait berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga demi menjamin masa depan Keysa dan saudara-saudaranya.

TERKAIT LAINNYA