Politik

AMPD Aceh Minta Kader Tak Bangun Opini yang Memecah Soliditas Partai Demokrat

KETIKKABAR.com – Sekretaris Angkatan Muda Partai Demokrat (AMPD) Aceh yang juga Sekretaris BPOKK-DA DPD Partai Demokrat Aceh, Riandani, mengajak seluruh kader untuk tidak membangun opini yang berpotensi memecah soliditas partai menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh.

Riandani mengatakan, dinamika dukungan menjelang Musda merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik. Namun, menurut dia, perbedaan pilihan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan ataupun melontarkan tuduhan kepada kader lain.

“Jangan karena ada DPC yang mengalihkan dukungan, kemudian mencari-cari kesalahan orang lain. Apalagi sampai melontarkan tuduhan melalui media massa terhadap Plt Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Hal seperti itu justru akan memperkeruh suasana dan tidak memberikan manfaat bagi partai,” kata Riandani dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Ia menilai, Musda Partai Demokrat telah memiliki mekanisme yang jelas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Karena itu, seluruh kader diminta menghormati proses organisasi yang sedang berjalan.

Riandani juga menyatakan keyakinannya bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengambil keputusan secara objektif berdasarkan aturan organisasi, aspirasi kader, dan kepentingan terbaik bagi partai.

Menurut dia, polemik yang berkembang di ruang publik justru berpotensi merugikan Partai Demokrat jika terus dipertajam.

“Saya sebenarnya tidak ingin ikut berpolemik. Namun, saya merasa perlu menyampaikan pandangan ini karena komentar yang berkembang di media sudah agak kelewatan. Mari kita sama-sama menjaga etika politik, menghormati proses demokrasi internal, serta tidak menggiring opini yang dapat merugikan Partai Demokrat,” ujarnya.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Riandani mengajak seluruh kader untuk mengedepankan politik yang santun, dewasa, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan selama proses Musda berlangsung.

Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh melalui mekanisme organisasi harus dihormati sebagai keputusan bersama.

“Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh melalui mekanisme organisasi, itulah keputusan yang harus kita hormati bersama. Yang paling penting adalah menjaga soliditas, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membesarkan Partai Demokrat demi masa depan yang lebih baik,” tutup Riandani.[]

TERKAIT LAINNYA