Politik

Bukan Sekadar Ritual, Injak Kepala Kerbau Jokowi Disebut Kode Keras Tantang PDIP

KETIKKABAR.com — Ritual pemberian gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung memantik beragam tafsir di ruang publik.

Foto yang beredar luas, memperlihatkan mantan presiden itu menginjak kepala kerbau dalam prosesi tersebut, memicu perdebatan mengenai makna simbolis di baliknya.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menyoroti adanya pertentangan antara klaim kultural dan interpretasi politik.

Secara tradisional, tokoh adat Lampung telah menegaskan bahwa prosesi tersebut merupakan bagian dari ritual sakral “Pangan Kibau”.

Ritual ini dimaknai sebagai upaya membuang sifat buruk dan ungkapan rasa syukur, bukan sebuah gerakan bermuatan politis.

Di sisi lain, PDIP melalui fungsionarisnya pun berupaya meluruskan bahwa lambang partai mereka adalah banteng moncong putih—satwa yang dilindungi—bukan kerbau ataupun sapi potong. Kendati demikian, narasi di ruang publik tampak sulit dibendung.

“Namun, dalam semiotika politik, publik terlanjur menangkapnya sebagai sinyalemen perlawanan yang sarat simbol,” kata Saiful kepada RMOL, Selasa, 30 Juni 2026.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Saiful menilai safari politik Jokowi ke Lampung kini tidak lagi dipandang sebagai kunjungan biasa. Ia melihat ada pesan politik yang kuat di tengah dinamika pasca-pemerintahan.

Ia memandang era komunikasi visual hari ini memungkinkan audiens untuk memaknai tindakan simbolis secara bebas, lepas dari maksud awal sang aktor.

“Di era komunikasi visual hari ini, pesan tidak lagi hanya milik sang pembuat pesan, melainkan milik audiens yang menafsirkan. Bagi sebagian pengamat, visualisasi kaki yang menapak di atas kepala hewan bertanduk itu secara semiotis ditangkap sebagai penegasan kuasa dan nyali politik yang tak lagi mengenal kompromi,” terang Saiful.

Lebih jauh, Saiful mengaitkan tafsir yang berkembang dengan hubungan Jokowi dan PDIP. Meski PDIP adalah partai yang membesarkan nama Jokowi, kini kedua pihak berada di posisi politik yang berseberangan. Ia menilai gestur tersebut semakin mempertegas pergeseran posisi Jokowi.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

“Publik membaca tindakan simbolis itu sebagai sebuah deklarasi terbuka, sebuah pesan bahwa sang ‘anak desa’ kini telah bertransformasi menjadi kekuatan mandiri yang tidak lagi gentar terhadap trah atau kekuatan politik mana pun, termasuk parpol berlambang banteng moncong putih. Di tengah safari politiknya yang kini menggunakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), langkah ini seolah menjadi genderang perang terbuka untuk menjungkirbalikkan dominasi lama di daerah-daerah basis massa,” pungkas Saiful.[]

TERKAIT LAINNYA