KETIKKABAR.com – Serangan drone besar-besaran kembali mengguncang wilayah pendudukan Israel pada Kamis (18/6/2026) dini hari.
Ledakan dahsyat terdengar di beberapa titik strategis, menyusul serbuan drone yang dilaporkan menargetkan fasilitas militer penting di bagian utara Israel.
Sirene peringatan meraung-raung di sepanjang wilayah Galilea hingga Haifa. Penduduk setempat melaporkan melihat kilatan cahaya terang diikuti suara dentuman keras yang menggetarkan bangunan-bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Militer Israel (IDF) dalam pernyataan singkatnya mengonfirmasi adanya penetrasi pesawat nirawak (drone) dari arah utara.
Sistem pertahanan udara Iron Dome dilaporkan aktif secara intensif, mencoba mencegat puluhan drone yang datang dalam gelombang beruntun.
“Beberapa drone berhasil dicegat, namun beberapa lainnya dilaporkan mencapai target,” ujar juru bicara IDF tanpa merinci lebih lanjut mengenai dampak kerusakan di fasilitas tersebut.
Laporan awal dari media lokal menyebutkan bahwa sebuah pangkalan militer di dekat Haifa mengalami kerusakan material yang cukup signifikan.
Tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka hingga berita ini diturunkan, namun tim medis telah dikerahkan ke lokasi untuk bersiaga.
Ketegangan di perbatasan utara memang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Serangan drone ini dinilai sebagai respons terhadap serangkaian eskalasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, pihak intelijen Israel mencurigai adanya koordinasi lintas perbatasan dalam operasi ini.
Pemerintah Israel telah memerintahkan warga di zona terdampak untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman sepenuhnya. Penutupan ruang udara di wilayah utara juga diberlakukan untuk sementara waktu demi kepentingan keamanan penerbangan sipil.[]











