Nasional

Purbaya Lapor Kinerja Bea Cukai Membaik, Presiden Prabowo: Mereka Sudah Mulai Takut Ya?

KETIKKABAR.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan adanya tren pemulihan signifikan pada kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menariknya, laporan positif tersebut justru disambut dengan gelak tawa oleh Presiden Prabowo yang berseloroh mengenai dampak ketegasan pemerintah dalam mereformasi birokrasi.

Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan komitmen kerja di lingkungan DJBC tercermin langsung dari performa setoran kepabeanan dan cukai yang berhasil keluar dari zona kontraksi dan berbalik mencatatkan pertumbuhan positif.

“Jadi kelihatannya orang Bea Cukai sudah mulai serius kerjanya,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, Selasa (19/5/2026).

Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) ini menceritakan bahwa Presiden Prabowo spontan tertawa saat mendengar pemaparan tersebut.

BACA JUGA:
Besok, Menag Nasaruddin Umar Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Purbaya menilai ketegasan pemerintah saat ini sukses memberikan efek jera, sehingga para pegawai tidak berani lagi melakukan tindakan menyimpang di lapangan.

“Kata Presiden, begitu (dikatakan) ‘Pak sudah membaik’, Presiden ketawa ‘hahahaha, mereka sudah mulai pada takut ya’, ‘iya kayaknya Pak,” tutur Purbaya menirukan dialognya bersama Presiden.

“Tapi kita nggak peduli, yang penting kinerjanya membaik,” sambungnya.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Keuangan, realisasi setoran dari sektor bea dan cukai hingga akhir April 2026 berhasil mengantongi dana sebesar Rp100,6 triliun.

Angka ini tercatat tumbuh 0,6 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Capaian positif ini menjadi titik balik penting mengingat performa penerimaan kepabeanan sempat terpuruk dalam tiga bulan pertama tahun ini akibat kontraksi beruntun, yaitu:

  • Januari: Kontraksi sebesar 14 persen
  • Februari: Kontraksi sebesar 14,7 persen
  • Maret: Kontraksi sebesar 12,6 persen
BACA JUGA:
Pegawai Pajak Dipecat Usai Minta Presiden Mundur, Massa Buruh Desak Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif

Purbaya memaparkan bahwa indikator keseriusan pegawai DJBC di lapangan juga dibuktikan lewat masifnya angka penindakan hukum terhadap komoditas selundupan dan ilegal di berbagai wilayah perbatasan sepanjang kuartal pertama.

Khusus untuk klaster penindakan rokok ilegal, Bea Cukai tercatat berhasil menyita hingga 684 juta batang rokok per April 2026. Angka penyitaan ini melonjak tajam sebesar 125,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, untuk sektor pencegahan penyelundupan narkotika, otoritas kepabeanan tercatat berhasil melakukan intersep sebanyak 522 kali, atau tumbuh sebesar 10,8 persen yoy.[]

TERKAIT LAINNYA