Internasional

Trump Tolak Cabut Blokade Iran Sebelum Kesepakatan, Ketegangan Selat Hormuz Memuncak

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebelum kesepakatan resmi dengan Teheran tercapai.

Pernyataan keras ini disampaikan melalui akun Truth Social miliknya pada Senin, 20 April 2026, di tengah ketegangan tinggi yang menyelimuti kedua negara menjelang berakhirnya masa gencatan senjata sementara pada Rabu mendatang.

Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa tekanan militer melalui jalur laut yang telah berlangsung selama sepekan terakhir memberikan dampak signifikan bagi ekonomi dan pertahanan Iran.

Ia mengeklaim bahwa Amerika Serikat saat ini berada di atas angin dalam konflik tersebut.

“Blokade yang dimulai seminggu lalu ini benar-benar menghancurkan Iran,” tulis Trump seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat tengah memenangkan konflik dengan keunggulan yang sangat besar.

BACA JUGA:
Parlemen Iran Godok RUU Tarif Tol Selat Hormuz, Targetkan Pendapatan Hingga US$15 Miliar

Situasi di lapangan dilaporkan semakin genting seiring dengan aksi militer yang kian intensif. Komando Pusat AS (CENTCOM) mencatat sebanyak 27 kapal telah dipaksa berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran sejak operasi dimulai.

Ketegangan mencapai puncaknya saat pasukan AS mencegat dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus barikade.

Menanggapi hal tersebut, pihak Teheran melontarkan kecaman keras dan menuding Washington melakukan tindakan pembajakan serta melanggar poin-poin gencatan senjata yang selama ini bersifat rapuh.

Sebagai aksi balasan, Iran tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia, yang telah berlangsung selama hampir dua bulan.

Jalur strategis tersebut sempat dibuka secara singkat, namun kembali ditutup rapat setelah muncul laporan adanya serangan terhadap kapal tanker di sekitar wilayah tersebut.

Pihak Iran bersikeras tidak akan membuka Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Di sisi lain, Trump justru menuding balik bahwa Iranlah yang pertama kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Masa depan perundingan damai kini diselimuti ketidakpastian. Meskipun Wakil Presiden AS, JD Vance, dikabarkan siap memimpin delegasi menuju Islamabad, Pakistan, pihak Teheran menyatakan hingga kini belum memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai kelanjutan putaran kedua pembicaraan damai, sementara waktu terus berjalan menuju berakhirnya masa gencatan senjata pada pertengahan pekan ini. []

TERKAIT LAINNYA