KETIKKABAR.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatatkan capaian kinerja sebesar 91,54 persen pada tahun 2025 sebagai hasil dari reformasi internal yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Transformasi menuju konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) ini dinilai telah memperkuat kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas.
Ia menilai bahwa upaya pembenahan berkelanjutan yang dilakukan seluruh jajaran Korps Bhayangkara telah menunjukkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh publik.
Angka 91,54 persen tersebut menjadi indikator kuat bahwa Polri serius dalam melakukan pembenahan internal di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi.
“Reformasi internal Polri yang dilakukan saat ini semakin menunjukkan hasil nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukti kesungguhan seluruh jajaran Polri dalam melakukan pembenahan,” ujar Fernando dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
Meskipun mencapai angka yang tinggi, Fernando mengingatkan agar institusi Polri tidak cepat berpuas diri. Ia mendorong adanya inovasi berkelanjutan demi menjaga tren positif kepercayaan publik.
“Capaian 91,54 persen tentu harus terus ditingkatkan. Polri tidak boleh berpuas diri dan harus terus melakukan inovasi serta pembenahan agar kepercayaan publik semakin kuat,” ujarnya.
Dalam aspek penegakan hukum, Polri menunjukkan kinerja konkret melalui serangkaian pengungkapan kasus besar.
Di bidang narkotika, aparat berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, termasuk puluhan kilogram sabu, sebagai bentuk komitmen memerangi kejahatan narkoba.
Selain itu, kepolisian tercatat berhasil menindak 845 kasus perjudian, baik yang dilakukan secara konvensional maupun melalui platform digital.
Prestasi lain yang disoroti adalah keberhasilan Polri dalam membongkar praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Langkah ini dinilai sangat krusial dalam melindungi kepentingan negara serta menjaga hak masyarakat luas atas ketersediaan energi.
“Berbagai keberhasilan ini patut diapresiasi. Polri terus menorehkan prestasi dengan kinerja yang baik dan memuaskan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambah Fernando.
Menutup keterangannya, Fernando berharap konsistensi reformasi ini terus terjaga agar Polri tetap menjadi garda terdepan yang profesional dan tangguh.
“Saya berharap Polri terus meningkatkan kinerjanya demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Menjaga Polri yang kuat dan profesional adalah kepentingan bersama sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tutupnya.[]


















