Hukum

Kasus Tewasnya NS di Sukabumi Makin Panas, Ibu Tiri Tuduh Ayah Emosional dan Melempar Korban ke Mobil

KETIKKABAR.com – TR (47), ibu tiri tersangka penganiayaan yang menewaskan NS (13) di Sukabumi, menyeret nama suaminya, Anwar Satibi, dalam kasus ini.

Di hadapan penyidik Polres Sukabumi, TR mengaku sang ayah korban ikut andil dalam peristiwa yang berujung kematian bocah tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Moch Buchori, TR menyebut Anwar sempat menolak membawa NS ke rumah sakit meski kondisinya sudah lemas.

“Kondisi Nizam pada saat itu lemas, memang sakit beliau. Dengan hal seperti itu, kekhawatiran TR takut terjadi sesuatu hal, makanya memaksakan awalnya kepada ayah kandungnya untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Buchori dikutip dari Youtube Cumicumi, Rabu.

Menurut pengakuan TR, saat akhirnya dibawa, korban justru dilempar ke dalam mobil karena sang ayah emosi.

“Waktu itu karena ayah kandungnya tidak mau, itu dipaksa. Dan hal itu sempat terjadi, pada saat dibopong, diambil almarhum dari rumah ke mobil, itu terjadi pelemparan pada saat dimasukan ke mobil,” tuturnya.

“Pengakuan TR, ayahnya itu pada saat ke rumah sakit tidak mau, sehingga emosional. Karena dia kebawa emosi, dia kepaksa, dia ngambil lalu dimasukkan ke dalam mobil, karena emosional dilemparkan oleh ayahnya ke mobil jok belakang,” kata dia lagi.

BACA JUGA:
Haris Azhar Apresiasi Polri, Soroti Langkah TNI soal Kasus Andrie Yunus

Di sisi lain, Buchori mempertanyakan dugaan penganiayaan dengan benda tumpul. Ia menyebut kliennya tidak pernah merasa memukul korban.

“Berdasarkan hasil visum dari kepolisian, hanya menjelaskan adanya luka, penyebabnya barang tumpul. Namun yang melakukan siapa? Klien kami merasa tidak pernah melakukan,” ungkap dia.

Ia juga menegaskan rumah tempat kejadian merupakan rumah orang tua TR. Menurutnya, jika terjadi penganiayaan, anggota keluarga lain yang ada di rumah pasti mengetahui.

“Di mana ketika terjadi penganiayaan yang disangkakan, pasti semua di rumah mengetahui. Kebetulan ada saudara ayah kandungnya juga di rumah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, ibu kandung korban, Lisnawati, melaporkan Anwar ke Polres Sukabumi pada Selasa (24/2/2026). Ia menduga ada kejanggalan dalam kematian anaknya.

“Ada kejanggalan,” ucap Lisnawati singkat.

Lisnawati juga membeberkan tabiat mantan suaminya saat masih menikah. Ia menyebut Anwar temperamental dan kerap melakukan kekerasan.

“Temperamental, sering dipukul sering jambak. Waktu dalam kandungan juga (dibilang) sudahlah kamu mendingan meninggal juga,” ungkap Lisnawati.

Ia bahkan menyinggung dugaan perselingkuhan di masa lalu.

“Dulu dia memang menikah sama orang lain. Saya tanya kalau pulang ke rumah banyak cupangnya (di leher),” pungkasnya.

BACA JUGA:
Ikuti Langkah Yaqut Cholil Qoumas, Immanuel Ebenezer Gerungan Ajukan Tahanan Rumah

Anwar membantah tudingan tersebut. Ditemui di kediaman ayah angkatnya, Haji Isep Dadang Sukmana, di Jampang Kulon, Sukabumi, ia menilai laporan mantan istrinya tidak masuk akal.

“Ya kalau menurut saya, mantan istri saya ini sepertinya otaknya enggak sehat ya. Dalam duka seperti ini, kalau dia datang dengan pengacaranya untuk menguak kasus (kematian) ini demi mencari keadilan, saya setuju,” kata Anwar.

Ia juga membantah menelantarkan anaknya. Menurutnya, memasukkan NS ke pondok pesantren adalah bentuk tanggung jawab.

“Kalau dia menuduh saya menelantarkan anak, enggak mungkin saya masukkan pondok, enggak mungkin saya sekolahkan,” ujar Anwar.

Anwar menjelaskan, awalnya NS diantar ibu kandungnya ke yayasan tempat ia bekerja di Solokan Pari. Setelah menikah dengan TR, anaknya sempat dipindahkan sekolah, hingga akhirnya disekolahkan di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cibitung.

Kasus ini kini menyorot dua sisi berbeda: pengakuan ibu tiri yang merasa tak bersalah dan menduga keterlibatan ayah kandung, serta bantahan keras dari sang ayah yang menyebut dirinya justru berupaya bertanggung jawab atas pendidikan anaknya. []

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...

TERKAIT LAINNYA