Ekonomi

BI Aceh Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 4,50 Persen

KETIKKABAR.comBank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2026 akan berada di kisaran 4,50 persen.

Angka ini dinilai cukup stabil karena relatif mendekati capaian pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2025 lalu.

Proyeksi tersebut mencerminkan kondisi ekonomi daerah yang sedang berusaha bangkit pasca menghadapi bencana hidrometeorologi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan bahwa target pertumbuhan tersebut masih berada pada level yang moderat.

Hal ini disampaikan Agus saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai arah kebijakan ekonomi daerah ke depan.

“Target pertumbuhan ekonomi 2026 agak mendekati 2025, sekitar 4,5 persen,” ujar Agus kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).

Perekonomian Aceh sepanjang tahun 2025 diakui menghadapi tekanan berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota.

BACA JUGA:
Bupati Aceh Besar Dampingi Kepulangan Banleg DPR RI, Harapkan Penguatan Regulasi Pemerintahan Aceh

Bencana alam tersebut berdampak langsung terhadap kondisi lahan pertanian, jalur distribusi logistik, serta berbagai fasilitas umum yang vital.

Akibatnya, aktivitas ekonomi di berbagai wilayah sempat mengalami hambatan yang cukup signifikan.

Secara kumulatif, ekonomi Aceh pada tahun 2025 diprakirakan hanya tumbuh pada kisaran 3,50 hingga 4,40 persen secara tahunan.

Capaian ini tercatat masih berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh 5,04 persen dan rata-rata Sumatera di angka 4,90 persen.

Penurunan performa ini dipicu oleh melemahnya sektor utama seperti pertanian dan perdagangan yang terdampak langsung oleh bencana.

Dari sisi pengeluaran, tekanan terhadap pertumbuhan juga datang dari menurunnya daya beli atau konsumsi rumah tangga serta kinerja ekspor yang melesu.

BACA JUGA:
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Signifikan Mulai Hari Ini

Meski demikian, Bank Indonesia tetap optimis bahwa prospek ekonomi pada tahun 2026 akan menunjukkan tren perbaikan yang positif.

Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah percepatan pemulihan infrastruktur dan penguatan sektor produktif untuk mendongkrak kembali angka pertumbuhan.

Optimisme ini didukung oleh rencana perbaikan jalur distribusi dan pemulihan intensif pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Aceh.

Langkah-langkah strategis dari pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh kabupaten/kota.

“Dengan perbaikan distribusi, pemulihan sektor pertanian, serta dukungan kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi Aceh diharapkan kembali menguat secara bertahap pada 2026,” tutup Agus. []

Rupiah Nyaris Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Buka Suara

TERKAIT LAINNYA