KETIKKABAR.com – Polda Aceh beserta jajaran telah merampungkan pembangunan 221 unit sumur bor yang tersebar di 18 kabupaten dan kota terdampak banjir serta tanah longsor.
Proyek ini merupakan bagian dari program pemulihan (recovery) pasca-bencana dengan target total mencapai 300 titik di seluruh wilayah Aceh.
Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai daerah dengan jumlah pembangunan sumur bor terbanyak yang saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh warga.
Selain Aceh Tamiang, fasilitas serupa juga dibangun di berbagai wilayah mulai dari Bireuen, Aceh Utara, hingga daerah terpencil di Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyatakan bahwa pembangunan sumur bor ini adalah langkah konkret Polri dalam menjawab krisis air bersih yang dialami warga usai infrastruktur mereka diterjang bencana.
“Kami mohon kepada masyarakat agar ikut menjaga dan merawat bantuan sumur bor yang telah dibangun Polri. Fasilitas ini diperuntukkan bagi kepentingan bersama, sehingga perlu dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan tidak cepat rusak,” ujar Joko, Rabu, 7 Januari 2026.
Kendala Pengawasan dan Harapan Revitalisasi
Joko menjelaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat krusial mengingat luasnya sebaran titik sumur bor yang mencapai ratusan unit. Dengan keterbatasan personel dalam pengawasan detail harian, partisipasi warga menjadi kunci keberlanjutan fasilitas tersebut.
“Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat. Polri telah berupaya maksimal membangun sumur bor demi kepentingan warga. Jika nantinya terjadi kendala, seperti volume air yang menurun atau habis, silakan disampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat diupayakan langkah revitalisasi,” jelas Joko.
Abituren Akabri 1994 ini menegaskan bahwa seluruh pembangunan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi. Ia berharap tidak ada penyalahgunaan fasilitas yang dapat merugikan kepentingan publik.
“Tolong dijaga bersama. Kami tentu berharap fasilitas ini dimanfaatkan sebagaimana mestinya, sehingga bantuan kemanusiaan ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang,” tegas Joko.
Sebaran Titik Sumur Bor
Selain kabupaten yang disebutkan di atas, Polda Aceh juga menyasar wilayah perkotaan seperti Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.
Fokus pembangunan diletakkan pada area pemukiman yang sumber air tanahnya tercemar atau rusak akibat banjir bandang.
Hingga saat ini, sejumlah sumur bor tambahan masih dalam proses pengerjaan. Polda Aceh berkomitmen untuk menyelesaikan sisa target pembangunan guna mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah terdampak. []
Aksi Nekat Tim Medis Aceh: Meniti Tali Sling Demi Obati Warga Terisolasi Bencana




















