Nasional

Tinjau Huntara di Aceh, Prabowo Kritik Atap Seng: Panas, Coba Pakai Bahan Lokal

KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan kritis terhadap material bangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang.

Prabowo menyoroti penggunaan bahan seng sebagai atap yang dinilai membuat suhu di dalam ruangan menjadi panas dan tidak nyaman bagi para pengungsi.

Kritik tersebut disampaikan Prabowo usai meninjau langsung kesiapan hunian yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi Danantara. Meski mengapresiasi kecepatan pembangunan, ia meminta adanya inovasi pada bagian atap.

“Jadi hari ini umpamanya Danantara membuktikan dalam 8 hari bisa membangun 600 hunian, yang menurut saya ya cukup baik,” ujar Prabowo dalam rapat bersama para menteri di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2026.

Namun, ia langsung memberikan koreksi terkait kenyamanan bangunan tersebut. “Saya koreksi sedikit, saya tanya, ‘bagaimana ini ya kan? Seng panas. Coba dipikirkan. Kalau bisa kita kasih apa solusi’,” sambungnya.

BACA JUGA:
Sekjen Golkar: Kader Jangan Terpancing, Percayakan Kasus Nus Kei ke Polisi

Sarankan Penggunaan Ijuk hingga Tekstil

Prabowo menekankan bahwa solusi untuk meredam panas di dalam huntara tidak harus menggunakan material yang menguras anggaran. Ia menyarankan pemanfaatan bahan-bahan lokal yang lebih fungsional namun ekonomis.

“Mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal, solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk atau dari apa, dilapisi di bawahnya seng. Tidak perlu barang bahan mahal,” jelas Prabowo.

Ia pun meminta para pekerja di lapangan untuk lebih kreatif dalam mencari bahan pelapis di bawah atap seng tersebut agar hawa panas tidak langsung menembus ke dalam hunian.

“Atau hal-hal yang sangat sederhana mungkin ya, mungkin cukup dengan bahan tekstil, ditutup di bawahnya seng itu. Jadi hal-hal semacam itu, itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan,” imbuhnya.

BACA JUGA:
Wakil Bupati Aceh Besar Peusijuek 28 Calon Haji Lingkup Disdikbud

Teguran untuk Rosan Roeslani dan Dony Oskaria

Sebelum memimpin rapat koordinasi, Presiden Prabowo terpantau sempat masuk ke dalam unit huntara untuk mengecek kondisi interior secara langsung.

Saat itulah ia kedapatan melayangkan komplain mengenai penggunaan seng kepada Kepala Danantara Rosan Roeslani dan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria yang mendampinginya.

Huntara ini merupakan bagian dari percepatan penanganan dampak bencana ekologis yang melanda wilayah Aceh Tamiang sejak akhir tahun lalu.

Pemerintah menargetkan pemulihan pemukiman bagi ribuan warga terdampak dapat selesai dalam waktu singkat melalui kolaborasi berbagai instansi di bawah koordinasi Danantara. []

Pesan Menohok Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat dan Difitnah demi Rakyat

TERKAIT LAINNYA