KETIKKABAR.com – Pos pengungsian di Masjid Mustaqim, Kota Medan, telah menjadi tempat perlindungan bagi ratusan warga yang terdampak banjir, tanpa memandang latar belakang agama.
Sejak bencana melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/11/2025), masjid ini menyediakan ruang aman bagi para pengungsi, baik Muslim maupun non-Muslim.
Anggota Tim Panitia Natal Nasional, Meilina Siregar, menyampaikan bahwa banyak warga dari berbagai latar belakang agama yang mencari perlindungan di masjid tersebut.
“Tidak hanya yang beragama Islam, ada juga masyarakat yang bukan beragama Islam ikut mengungsi di pengungsian Masjid Mustaqim,” ujarnya, seperti dikutip Minggu (30/11/2025).
Respons cepat terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mengajak semua pihak membantu korban bencana, membuat Tim Natal Nasional bergerak menyalurkan bantuan.
Pada Jumat malam (28/11/2025), tim ini membagikan 100 paket sembako di Masjid Mustaqim. Pendistribusian bantuan dilakukan oleh Muji, Kepala Lingkungan setempat, yang membantu memastikan bantuan sampai langsung ke tangan warga yang membutuhkan.
“Bantuan sembako yang diberikan terdiri dari beras lima kilogram, minyak satu liter, gula satu kilogram, ikan kaleng, susu kaleng, teh satu kotak, kopi satu bungkus, dan lima bungkus mi instan,” jelas Meilina.
Selain di Masjid Mustaqim, bantuan sembako juga disalurkan ke beberapa lokasi pengungsian lainnya, seperti PMKRI, Jalan Amal, PKM GMKI Cabang Medan, Panti Asuhan Universal, BPBD Sumut, dan MDA Hidayatullah.
Secara keseluruhan, Tim Natal Nasional berhasil menyalurkan total 1.100 paket sembako dan menyediakan dukungan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.
Banjir besar yang melanda Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) menyebabkan dampak yang sangat besar.
BPBD Medan mencatat setidaknya 7.402 rumah di 19 kecamatan terdampak bencana ini, memperburuk kebutuhan akan bantuan darurat yang semakin mendesak.[]
Krisis Pangan Picu Penjarahan di Tapanuli Tengah, Polisi Tanggapi Cepat


















