Hukum

Pengamat Terorisme Soroti Nama Teroris di Senjata Mainan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

KETIKKABAR.comPengamat terorisme Amir Mahmud menyoroti temuan senjata mainan bertuliskan nama-nama teroris dunia yang diduga milik terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Senjata mainan berwarna hitam itu ditemukan di masjid kompleks SMAN 72 Jakarta, lokasi terjadinya ledakan pada awal November 2025.

Di permukaannya terdapat tulisan-tulisan berwarna putih yang berisi kalimat simbolis kekerasan dan nama tokoh-tokoh teroris internasional.

Beberapa nama yang terlihat di antaranya Brenton Tarrant – pelaku penembakan di dua masjid di Selandia Baru (2019), Alexandre Bissonnette, pelaku penembakan di Masjid Quebec, Kanada (2017), dan Luca Traini – pelaku penembakan bermotif rasis di Italia (2018).

Menurut Amir Mahmud, keberadaan nama-nama teroris di senjata mainan tersebut bisa dimaknai sebagai pencarian identitas simbolik oleh pelaku yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH).

“Penulisan nama-nama itu bisa dipahami sebagai bentuk dukungan simbolik. Pelaku sedang mencari identitas, merasa gagal atau dilecehkan, dan membutuhkan figur besar sebagai sumber kekuatan,” ujar Amir dalam program Overview di kanal YouTube Tribunnews.com, Rabu (12/11/2025).

BACA JUGA:
Kapolda Aceh Gelar "Saweu Keude Kupi" Bersama Influencer, Perkuat Sinergi Literasi Hukum di Ruang Digital

Amir menilai, motif pelaku lebih bersifat emosional ketimbang ideologis.

“Ini bukan indikasi bahwa dia memiliki ideologi yang sama dengan para teroris tersebut. Ini lebih ke krisis identitas dan kebutuhan eksistensial untuk diakui,” tambahnya.

Ia menjelaskan, remaja seusia pelaku rentan mengalami krisis identitas dan rasa tidak berdaya, sehingga tokoh-tokoh ekstrem dijadikan sumber inspirasi kekuatan untuk melakukan “aksi besar”, seperti peledakan di SMAN 72 Jakarta.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa terduga pelaku membawa senjata mainan yang telah dimodifikasi.

“Kita temukan senjata mainan dengan tulisan-tulisan tertentu, salah satunya nama Brenton Tarrant. Hal ini sedang kami dalami untuk mengetahui motif dan proses perakitan hingga pelaksanaan aksinya,” ujar Listyo di Istana Negara, Jumat (7/11/2025).

Pihak Densus 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa terduga pelaku terinspirasi oleh enam figur ekstremis dunia yang dikenal sebagai pelaku penembakan massal dan kekerasan ideologis.

Menurut PPID Densus 88 AKBP Mayndra Eka, sosok-sosok yang dikagumi pelaku antara lain:

  1. Eric Harris dan Dylan Klebold – pelaku penembakan di Columbine High School, AS (1999)

  2. Dylann Roof – pelaku penembakan di Gereja Charleston, AS (2015)

  3. Alexandre Bissonnette – pelaku penembakan di Masjid Quebec, Kanada (2017)

  4. Vladislav Roslyakov – pelaku penembakan di Politeknik Kerch, Krimea, Rusia (2018)

  5. Brenton Tarrant – pelaku penembakan di Christchurch, Selandia Baru (2019)

  6. Natalie Lynn Rupnow – pelaku penembakan di Abundant Life Christian School, Wisconsin, AS (2024)

“Ada sekitar enam figur yang menjadi inspirasi pelaku dalam memahami kekerasan dan ekstremisme,” ujar Mayndra.

Kasus ini menunjukkan pengaruh digital dan media ekstremis global terhadap anak-anak muda, terutama yang mengalami tekanan psikologis dan kehilangan arah identitas.

BACA JUGA:
Cegah Kecelakaan, Koramil 01/Bandar Bersihkan Tumpukan Tanah di Bahu Jalan Bener Meriah

Para ahli menilai, radikalisasi tidak selalu berawal dari ideologi, melainkan bisa tumbuh dari emosi, keterasingan sosial, dan keinginan untuk diakui.[]

Polisi Ungkap Motif dan Aktivitas Daring Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

TERKAIT LAINNYA