KETIKKABAR.com – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, menekankan pentingnya pengawasan internal di jajaran kepolisian serta keseimbangan antara penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
Hal ini disampaikan Kapolda saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan Evaluasi Fungsi Lalu Lintas yang digelar di Hotel Amel Convention Hall, Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Kapolda Marzuki menyoroti bahwa tantangan dalam bidang lalu lintas di wilayah Aceh masih cukup tinggi.
Data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) periode Januari hingga Oktober 2025 mencatatkan sejumlah angka yang cukup mencengangkan, antara lain 2.732 kejadian kecelakaan, dengan 560 korban meninggal dunia, 313 korban luka berat, dan 3.992 korban luka ringan.
Selain itu, terdapat pula 18.594 pelanggaran tilang dan 23.038 teguran yang dikeluarkan oleh jajaran lalu lintas di Aceh selama periode tersebut.
“Data ini menjadi pengingat bahwa disiplin dan keselamatan berlalu lintas bukan hanya persoalan administrasi, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh anggota Polri dan masyarakat,” ujar Marzuki Ali Basyah.
Kapolda juga menekankan bahwa keberhasilan fungsi lalu lintas tidak hanya dilihat dari banyaknya penindakan yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan anggota Polri dalam membangun kesadaran hukum di masyarakat.
Ia menambahkan bahwa penegakan hukum harus diiringi dengan edukasi dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan edukasi dan pelayanan yang humanis. Keseimbangan antara keduanya adalah kunci untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kapolda juga mengajak seluruh instansi terkait untuk meningkatkan sinergi lintas sektoral, terutama dengan dukungan teknologi digital.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat sistem penanganan lalu lintas yang lebih presisi, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Teknologi ini juga dapat membantu mempercepat dan mempermudah proses penegakan hukum serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri.
“Kolaborasi ini mampu memperkuat tata kelola keselamatan jalan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan penghargaan kepada beberapa satuan lalu lintas berprestasi yang dinilai telah memberikan kontribusi terbaik dalam pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta inovasi dalam pelayanan publik yang efektif dan humanis.
Raker dan evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam mewujudkan visi “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu”, yang mengutamakan institusi yang bermartabat, profesional, serta senantiasa hadir untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, para Kasatlantas Polres/ta jajaran, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait, termasuk Kepala BPKA, Kadishub Aceh, Kadis PUPR Aceh, Kadis Kesehatan Aceh, dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Banda Aceh.
Dengan adanya Raker dan evaluasi ini, Polda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja di bidang lalu lintas, serta mempererat sinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan teratur di wilayah Aceh.[]


















