KETIKKABAR.com – Kediaman pribadi Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, di Komplek Taman Harapan Indah, Medan Selayang, Kota Medan, dilalap api pada Selasa pagi, 4 November 2025.
Peristiwa ini memicu desakan keras dari lembaga anti-korupsi agar aparat kepolisian segera mengungkap tuntas penyebab kebakaran tersebut.
Kebakaran yang menghanguskan kamar utama dan sebagian dapur rumah itu terjadi saat kediaman dalam kondisi kosong. Hakim Khamozaro Waruwu mengaku mengetahui musibah tersebut saat ia tengah memimpin persidangan di PN Medan.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Ketua Kalibrasi Anti Korupsi dan Hak Asasi Manusia (HAM), Antony Sinaga, meminta pihak kepolisian tidak menganggap remeh insiden ini.
“Kami meminta pihak kepolisian segera mengusut penyebabnya secara menyeluruh. Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Sunggal dan harus diusut secara tuntas, mengingat posisi Hakim Khamozaro Waruwu yang sedang menangani perkara-perkara penting,” ujar Antony Sinaga.
Antony bahkan secara langsung mendesak pimpinan tertinggi negara dan institusi penegak hukum.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden, Kapolri, Kapolda Sumut, Kapolrestabes untuk segera melakukan pengusutan, pemeriksaan atas terjadinya kebakaran rumah milik Hakim Khamozaro Waruwu,” tegasnya.
Khamozaro Waruwu dikenal sebagai hakim yang menangani sejumlah kasus korupsi dan perkara besar yang menjadi sorotan publik.
Saat ini, ia merupakan Ketua Majelis Hakim yang menyidang perkara dugaan korupsi pembangunan jalan di Sumatera Utara. Kasus tersebut menyeret nama bekas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sumut, Topan Ginting yang merupakan anak buah Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Selain itu, Hakim Khamozaro juga menyidangkan Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Akhirun Piliang alias Kirun, beserta anaknya Rayhan Dulasmi dari PT Rona Mora, yang juga terlibat dalam perkara yang sama.
Latar belakang kasus sensitif yang tengah ditangani Khamozaro Waruwu inilah yang membuat desakan pengusutan tuntas semakin menguat, untuk menepis dugaan adanya motif teror atau intimidasi terhadap independensi hakim. []
Pelaku Pembakar Dayah Babul Maghfirah Aceh Besar Ditangkap, Ternyata Santri Korban Bullying


















