KETIKKABAR.com – Sebanyak 2.741 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun ini.
Program tersebut merupakan usulan Teuku Riefky Harsya yang saat ini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Merah Putih melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penyaluran bantuan beasiswa tersebut digelar di dua lokasi berbeda pada Sabtu (13/6/2026), masing-masing di SMPN 1 Kuala Batee dan SDN 8 Blangpidie.
Di SMPN 1 Kuala Batee yang berlokasi di Gampong Pasar, Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, kegiatan penyaluran dihadiri Anggota DPRA Aceh Romi Syaputra, Anggota DPRK Aceh Barat Daya Syarkawi, Keuchik Gampong Pasar Kota Bahagia Sabirin, Koordinator PIP Aceh Barat Daya Amri, serta Kepala SMPN 1 Kuala Batee Zulpahmin bersama perwakilan sekolah lainnya.
Penyaluran bantuan beasiswa yang berlangsung di SMPN 1 Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya pada Sabtu (13/6/2026). FOTO/dok. Rumoh Aspirasi TRH
Sementara itu, di SDN 8 Blangpidie yang berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Gampong Lamkuta, Kecamatan Blangpidie, kegiatan juga dihadiri Anggota DPRA Aceh Romi Syaputra, Koordinator PIP Aceh Barat Daya Amri, serta Kepala SDN 8 Blangpidie Asnawati bersama perwakilan sekolah lainnya.
Penanggung jawab Program Indonesia Pintar (PIP) usulan Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra, mengatakan pada tahun ini terdapat 2.741 siswa penerima PIP di Aceh Barat Daya.
Jumlah tersebut terdiri atas 769 siswa dalam SK Nominasi dan 1.972 siswa dalam SK Pemberian Beasiswa PIP.
Menurut Aidil, program ini ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat terus melanjutkan pendidikan di berbagai jenjang.
“Program beasiswa ini bertujuan membantu anak-anak Aceh, khususnya Aceh Barat Daya, yang kurang mampu dalam mendapatkan haknya berupa bantuan dana pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK,” kata Aidil.
Ia menambahkan, PIP juga menjadi salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan kuota bantuan pendidikan. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah siswa.
“Bantuan ini dapat digunakan untuk keperluan sekolah sehingga kebutuhan pendidikan yang selama ini belum terpenuhi bisa dilengkapi,” pungkas Aidil.
Salah satu siswa penerima PIP menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Reifky Harsya dan semua pihak yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti untuk kami bisa terus sekolah tanpa terbebani biaya,” ujar seorang murid penerima PIP. []











