Daerah

Korban Capai 619 Siswa di Bandung Barat Akibat Keracunan MBG

KETIKKABAR.com – Kasus keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Hingga Rabu (24/9/2025), sebanyak 619 siswa dari sembilan sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini melanda dua kecamatan, yakni Cipongkor dan Cihampelas. Para siswa yang menjadi korban mengeluhkan gejala mulai dari pusing, mual, muntah, hingga kejang-kejang sesaat setelah mengonsumsi menu yang disediakan.

Akibatnya, ratusan siswa harus dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan data, para korban tersebar di Posko GOR Cipongkor (183 orang), GOR Desa Sarinagen (189 orang), Puskesmas Citayem (103 orang), serta sejumlah klinik dan rumah sakit terdekat.

BACA JUGA:
Buka Banda Aceh Experience, Sekda Aceh Tekankan Kolaborasi dan Hilirisasi Industri

Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Dadang A. Sapardan, mengonfirmasi bahwa sumber makanan kali ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirsaji di Cipongkor. Ia menegaskan bahwa dapur penyedia makanan ini berbeda dengan kasus keracunan sebelumnya.

“Ini pasokan makanannya dari dapur SPPG yang berbeda, dengan lokus dan sekolah yang berbeda dari yang kemarin,” kata Dadang, Rabu (24/9/2025).

Salah seorang siswi MTs Syarif Hidayatullah, Jihan, menuturkan bahwa menu MBG yang disantapnya saat itu terdiri dari nasi, ayam, sambal, tahu, dan sayur. Menurutnya, makanan tersebut terasa enak saat dimakan, namun tak lama kemudian gejala keracunan mulai muncul.

“Pas dimakan enak, tapi enggak lama banyak teman-teman yang mual dan pusing,” ujarnya.

BACA JUGA:
Satpol PP dan WH Aceh Besar Razia Malam: Muda-mudi Langgar Aturan Busana dan Jam Nongkrong

Hingga kini, pihak dinas terkait masih berkoordinasi untuk menangani para korban dan melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti keracunan tersebut. []

Warga Geger, Ada Temuan Cemaran Radioaktif di Serang Banten

TERKAIT LAINNYA