KETIKKABAR.com – Suasana duka menyelimuti TPU Kapadala, Kupang, saat jenazah Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) dimakamkan secara militer pada Sabtu (9/8/2025).
Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh ribuan pelayat, termasuk keluarga besar dan rekan-rekan prajurit. Iringan tembakan salvo dari prajurit Kodim Kupang dan Brigif Komodo mengiringi peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih menuju peristirahatan terakhir.
Ibu almarhum, Sepriana Paulina Mirpey, tak kuasa menahan tangis. “Mama belum terima nak, mama tidak terima kamu pergi seperti ini,” seru Sepriana dalam isak tangisnya.
Upacara pemakaman sengaja ditunda hingga kakak perempuan Prada Lucky tiba di Kupang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di tengah duka yang mendalam, ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo, menyampaikan tuntutan tegas agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
Meskipun jenazah telah dimakamkan, ia menyerukan agar pihak yang bertanggung jawab atas kematian putranya dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kematian Prada Lucky menjadi sorotan setelah ia dikabarkan meninggal akibat henti jantung pada Rabu (6/8/2025), setelah dirawat intensif di RSUD Aeramo.
Namun, terdapat kejanggalan pada tubuhnya, seperti luka lebam, luka bakar, dan sayatan yang mengindikasikan adanya kekerasan fisik.
Saat ini, Polisi Militer (Pomdam IX/Udayana) melalui Sub Denpom IX/1-1 Ende tengah mendalami dugaan penganiayaan ini. Sebanyak 20 prajurit telah dimintai keterangan dan empat di antaranya kini ditahan untuk kepentingan investigasi.
Pemakaman militer ini tidak hanya menjadi penghormatan terakhir, tetapi juga menjadi awal perjuangan keluarga untuk menuntut keadilan.[]
Anggota TNI Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya, Orang Tua Minta Keadilan


















