Nasional

Diplomat RI Tewas Tak Wajar di Menteng, Padahal Baru Ditugaskan ke Finlandia

KETIKKABAR.com – Tragedi menyelimuti jajaran Kementerian Luar Negeri RI. Seorang diplomat bernama Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas mengenaskan di kamar indekos mewah Gondia International Guest House, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kepala terbungkus lakban plastik dan dalam posisi tak wajar. Tragedi ini mengejutkan, terlebih karena Arya dijadwalkan akan menjalankan tugas sebagai diplomat di KBRI Helsinki, Finlandia, akhir Juli 2025.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, saat dikonfirmasi media, Rabu (9/7/2025).

“Benar,” jawab Judha singkat saat ditanya apakah Arya akan segera bertugas ke Finlandia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Seomirat, dalam pernyataan resminya pada Selasa sore menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Arya.

BACA JUGA:  Buntut Maraknya OTT Kepala Daerah, Pemerintah Rencanakan Aturan Baru Biaya Kampanye

“Kementerian Luar Negeri menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak,” ujar Roy.

Baca juga: Perkosa Gadis 14 Tahun, Cut Lem Ditangkap di Aceh Besar

Pihak Kemlu menegaskan tidak akan berspekulasi terkait penyebab kematian, dan saat ini telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

“Kami mendukung penuh penyelidikan aparat. Kita tunggu hasil resmi dari polisi,” kata Judha menambahkan.

Penemuan jasad Arya bermula dari kecurigaan sang istri yang tidak berhasil menghubungi almarhum sejak malam sebelumnya. Ia lalu meminta pengelola penginapan memeriksa kamar suaminya.

Setelah pintu kamar dibuka paksa, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, dengan kepala terlilit lakban plastik. Posisi jenazah yang janggal langsung memicu dugaan bahwa kematian Arya bukan kejadian biasa.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Bakal Pangkas Anggaran TNI-Polri demi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Hingga Rabu malam, pihak kepolisian belum mengumumkan hasil autopsi atau dugaan motif di balik kematian. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif.

Tragedi ini menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar, mengingat almarhum adalah diplomat aktif yang tengah bersiap menjalankan misi negara di luar negeri.[]

TERKAIT LAINNYA