KETIKKABAR.com – Polemik dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat ke permukaan.
Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, dalam sebuah wawancara podcast menyatakan bahwa Jokowi tidak menyerahkan dokumen ijazah saat mencalonkan diri di Pilwalkot Solo maupun Pilgub DKI Jakarta.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam Podcast SindoNews bertajuk “To The Po!nt Aja” yang tayang Jumat (27/6/2025).
Beathor menyebutkan bahwa dugaan bermula saat Bambang Tri Mulyono mencurigai Jokowi tak memiliki ijazah yang sah. Isu tersebut kemudian memantik pelacakan terhadap dokumen administrasi pencalonan Jokowi sejak menjabat Wali Kota Solo.
“Saat maju Pilkada DKI, Jokowi bersama tim dari Solo datang ke Jakarta. Mereka mengaku tidak membawa dokumen apapun,” kata Beathor.
Baca juga: “Ijazah Pasar Pramuka”? Beathor Guncang Lagi Soal Jejak Jokowi!
Dalam pertemuan yang disebut berlangsung di kawasan Cikini, tim Jokowi diduga diarahkan ke Deni Iskandar, yang saat itu menjabat Wakil Sekretaris Pemenangan Pilgub DKI dari PDIP. Menurut Beathor, dokumen dari KPU Solo disebut sudah hilang saat dilacak.
“Kalimat pertama Jokowi saat bertemu tim Jakarta adalah: kami tidak punya dokumen, untuk itu mari dibuat,” ujar Beathor, mengutip keterangan narasumbernya.
Beathor juga mempertanyakan penggunaan gelar “Insinyur” di depan nama Jokowi, yang menurutnya tak merujuk pada kampus manapun.
“Saya telusuri, tidak pernah ada kunjungan atau kegiatan kampus dari Jokowi yang menunjukkan gelar itu. Bahkan rekan saya, Taufik Hidayat, menyatakan gelar itu hanya ditulis tangan saja,” ungkap Beathor.
Baca juga: Nama Prof. Paiman Raharjo Terseret Isu Ijazah Jokowi
Ia juga mengaku mendapat informasi dari eks Sekda Solo, Supradi, yang menguatkan dugaan bahwa gelar akademik Jokowi tidak berbasis institusi resmi.
Menurut Beathor, Deni Iskandar dianggap sebagai sosok yang “mengatur” seluruh berkas pencalonan Jokowi di Pilgub DKI Jakarta. Dokumen seperti SKCK, surat sehat, dan bebas narkoba disebutkan disiapkan secara baru demi memenuhi persyaratan pencalonan.
“Semua dibuat baru. Siapa yang bikin? Deni,” ujar Beathor tegas.
Beathor juga mengklaim bahwa dokumen pencalonan Jokowi saat Pilwalkot Solo 2005 tidak lagi ditemukan di KPU Solo.
“Berkasnya hilang. Kalau ragu, buka saja KPU Solo sekarang,” katanya.[]


















