KETIKKABAR.com – Lalu lintas bukan hanya urusan kendaraan yang melaju atau lampu merah yang menyala. Lebih dari itu, lalu lintas adalah wajah peradaban.
Demikian penegasan tegas Kapolda Aceh, Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko, dalam peluncuran Inovasi Layanan Kesamsatan dan Pemberian Insentif Pajak bagi Penyandang Disabilitas, Selasa (27/5) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.
Dalam pidatonya, Jenderal bintang dua itu menyampaikan pandangan visioner: fungsi lalu lintas tak bisa dipandang sebelah mata. Ia menegaskan, jalan raya adalah ruang publik yang menjadi cerminan budaya, etika, dan kedisiplinan suatu bangsa.
“Lalu lintas mencerminkan wajah budaya. Ketertiban di jalan adalah cerminan dari kemajuan suatu bangsa,” ujar Kartiko di hadapan tamu undangan.
Baca Juga: Polda Aceh Raih Penghargaan IKPA Terbaik dari Kapolri
Lebih jauh, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Bukan semata untuk menghindari tilang, melainkan demi keselamatan bersama.
Menurut Kapolda, ruang publik yang aman dan tertib hanya bisa tercipta bila setiap individu sadar akan perannya.
Tak hanya menyoroti soal disiplin berkendara, Kapolda Aceh juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pelayanan inklusif, seperti insentif pajak bagi penyandang disabilitas. Ia menyebut langkah ini sebagai bukti nyata bahwa pelayanan publik di Aceh kini makin ramah terhadap kelompok rentan.
“Melalui transformasi pelayanan publik yang adaptif, manusiawi, dan berorientasi pada keselamatan, Polda Aceh berkomitmen kuat menjadikan lalu lintas sebagai garda terdepan dalam menjaga kehidupan, peradaban, dan kemanusiaan,” pungkasnya penuh semangat.
Dengan semangat perubahan dan inklusivitas, Kapolda Aceh menegaskan komitmen jajarannya: bahwa keselamatan bukan hanya slogan, melainkan bentuk nyata dari peradaban yang ingin terus dijaga dan dimuliakan.[]

















