KETIKKABAR.com – Gelombang tagar #JusticeForArgo terus menggema di jagat media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter), menyusul kematian tragis Argo Ericko Achland, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), akibat ditabrak mobil BMW pada Sabtu (24/5).
Pelaku penabrakan, Christiano, yang diketahui juga mahasiswa UGM, baru ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (27/5) oleh pihak kepolisian.
Namun, keputusan tersebut justru menyulut kemarahan publik karena Christiano tidak langsung ditahan, meski insiden tersebut telah merenggut nyawa.
Kondisi ini semakin panas setelah muncul dugaan adanya “orang kuat” di belakang Christiano. Warganet membagikan informasi bahwa ayah Christiano adalah Setia Budi Tarigan, seorang petinggi di FIF Group, anak usaha PT Astra International Tbk. Tak hanya itu, akun X @sourrrsall mengklaim bahwa Christiano juga keponakan seorang menteri berinisial B.
“Dapet info terbaru, yg nabrak ini keponakannya menteri inisial B juga. Keluarga Argo udah ditawarin uang 1M tapi syaratnya bungkam. Tapi keluarga Argo ga nerima uangnya,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Setelah Ijazah Jokowi, Kini Dokter Tifa Pertanyakan Gelar SE dan MM Iriana Jokowi
Disebutkan juga bahwa beberapa pengacara sudah datang sejak sebelum jenazah Argo tiba, bahkan jumlahnya bertambah saat proses pemakaman berlangsung.
Publik menilai ini sebagai upaya sistematis untuk menekan keluarga korban agar tidak membawa kasus ini lebih jauh.
UGM dan Komitmen Mengawal Kasus
Kasus ini menyeret UGM ke dalam sorotan tajam publik. Tak hanya karena pelaku dan korban berasal dari kampus yang sama, tetapi juga karena situasi internal UGM sedang tidak tenang akibat isu ijazah palsu dan mosi tidak percaya terhadap rektor.
Meski begitu, Fakultas Hukum UGM telah menyampaikan duka mendalam dan komitmen kuat mengawal kasus ini.
Dalam pernyataan resminya, Dekan FH UGM, Dublina Hisan, SH, M.Tax, Ph.D., menyatakan:
-
FH UGM telah memberikan dukungan langsung kepada keluarga korban sejak awal kejadian, termasuk pengurusan jenazah.
-
Komitmen pendampingan hukum akan diberikan penuh bagi keluarga Argo selama proses hukum berlangsung.
-
Fakultas akan terus melakukan komunikasi aktif dengan keluarga untuk memastikan keadilan ditegakkan.
“Argo Harus Dapat Keadilan”
Warganet terus menyerukan agar penegakan hukum tidak pandang bulu. Mereka khawatir bahwa latar belakang pelaku dan relasi keluarganya akan mengaburkan keadilan.
“Kalau gak ada tekanan publik, mungkin gak ada status tersangka,” tulis akun X lainnya.
“Ini anak baik, masa depannya direnggut begitu saja. Kita gak akan diam,” lanjut yang lain.[]


















