Nasional

Polri Sikat Premanisme Berkedok Ormas, Kapolri: Jangan Ganggu Investasi

KETIKKABAR.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menumpas habis aksi premanisme, khususnya yang berlindung di balik kedok organisasi kemasyarakatan.

Ia menyebut, langkah ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar tindakan premanisme ditindak tegas tanpa pandang bulu.

“Yang jelas, Polri menindak tegas setiap tindakan premanisme. Beberapa kasus yang sempat viral, semua pelakunya sudah kami tangkap,” ujar Sigit di Jakarta, Jumat, 9 Mei 2025.

Penindakan ini, kata Sigit, bukan sekadar urusan penegakan hukum, tapi juga menjadi bagian dari menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Ia meyakinkan para investor agar tak ragu menanamkan modal di Indonesia.

“Terkait dengan investasi, tidak usah ragu. Masuk saja. Urusan keamanan, kami yang tangani,” tegasnya.

BACA JUGA:
Populasi Lampaui 60 Persen, Pemprov DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu

Kapolri juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik premanisme di sekitar mereka.

“Kami membuka semua layanan pengaduan. Kami akan perintahkan anggota untuk menindak tegas,” katanya.

Polri sendiri sejak 1 Mei 2025 telah menggelar operasi serentak di seluruh wilayah Indonesia untuk membasmi premanisme.

Operasi ini dijalankan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025, yang memerintahkan seluruh polda dan polres untuk bertindak tegas dengan dukungan langkah intelijen, preemtif, dan preventif.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mencatat, selama operasi berjalan, Polri telah menangani 3.326 kasus premanisme.

Beberapa pengungkapan mencolok di antaranya: Polres Subang menangkap sembilan pelaku di kawasan industri, Polresta Tangerang membekuk 85 preman, dan Polda Kalimantan Tengah memanggil Ketua GRIB Kalteng terkait penutupan paksa perusahaan PT Bumi Asri Pasaman.

BACA JUGA:
TNI AU Evakuasi Delapan Jenazah Korban Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

“Ini bukti nyata komitmen kami menjaga ketertiban masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kami tidak akan menoleransi aksi intimidasi, pemerasan, maupun kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok berkedok ormas,” pungkas Sandi.[]

TERKAIT LAINNYA