Politik

Purnawirawan Desak Pemakzulan Gibran: “Karena Kami Sayang Prabowo”

KETIKKABAR.com – Letnan Jenderal TNI (Purn.) Suharto, mantan Komandan Korps Marinir, menyampaikan pernyataan yang mengejutkan publik.

Dalam sebuah program bincang Suara Rakyat yang tayang di kanal YouTube iNews pada Selasa, 6 Mei 2025, Suharto secara terbuka mengusulkan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan.

Bukan karena permusuhan. Justru, menurut Suharto, langkah itu didorong oleh rasa hormat dan kasih sayang para purnawirawan kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

“Kami usulkan dia untuk dilengserkan karena kami sayang dengan Prabowo,” ujar Suharto tegas.

Suharto menegaskan bahwa dirinya memiliki sejarah panjang bersama Prabowo. Ia bahkan menyebut turut mendirikan Partai Gerindra, partai politik yang kini mengantarkan Prabowo ke kursi RI-1.

BACA JUGA:
Prabowo Disarankan Reshuffle Total: Rakyat Sudah Bosan Menelan Kekecewaan!

“Saya bawa 26 pati dan kolonel untuk memenangkan Gerindra. Untuk Gerindra bisa duduk di Senayan. Bukan untuk Gibran. Tidak,” katanya.

Dalam pernyataannya, Suharto juga menyinggung latar belakang pendidikan Gibran. Ia meragukan legitimasi gelar akademik sang Wakil Presiden dari University of Technology Sydney (UTS), Australia.

“Gibran sangat jauh dengan anak saya. Anak saya tua, S2 di UTS. Katanya (Gibran) punya ijazah di UTS. Saya sampai coba cari, ada enggak nama itu? Tidak ada.”

Pernyataan ini menyulut perdebatan baru di ruang publik yang sebelumnya telah diramaikan isu nepotisme dalam pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.

Suharto juga mengaku sebenarnya telah menyiapkan dokumen khusus berisi analisis mengapa Gibran tidak layak menduduki jabatan wapres. Namun, ia menyayangkan lupa membawa dokumen tersebut saat hadir dalam acara.[]

BACA JUGA:
Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

TERKAIT LAINNYA