KETIKKABAR.com, Kota Jantho — Riuh tepuk tangan dan haru membuncah di Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat (30/10/2026) malam.
Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar tak sekadar menjadi ajang pengumuman pemenang, melainkan panggung penanda perjuangan, dedikasi, dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Bagi para peserta, trofi dan predikat juara hanyalah bonus dari perjalanan panjang. Ajang ini memberikan kesempatan berharga untuk menjalin pertemanan baru sekaligus menguji kedalaman ilmu dan keindahan lantunan ayat suci di hadapan publik.
Kebahagiaan mendalam salah satunya dirasakan oleh Razi Ukhrawi, kafilah asal Kecamatan Krueng Barona Jaya. Usahanya membuahkan hasil manis setelah ditetapkan sebagai Juara I pada cabang Tilawah Dewasa Putra. Berhadapan dengan qari-qari terbaik se-kabupaten memberi kesan tersendiri baginya.
“Perasaannya tentu sangat senang dan bersyukur. Apalagi bisa bertemu dengan banyak peserta yang memiliki kemampuan luar biasa. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya, sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki bacaan dan meningkatkan kemampuan,” ungkap Razi.
Suara Hati Para Juara: Dari Rasa Deg-degan Hingga Haru Tunanetra
Kesan mendalam juga dirasakan Cut Raisatul Haq dari Kecamatan Kota Jantho. Berhasil mengamankan posisi Juara III pada cabang Tilawah Remaja Putri, ia menyadari bahwa panggung MTQ menuntut kesiapan mental yang luar biasa di samping latihan intensif.
“Bagi saya, MTQ ini sangat berkesan. Ada rasa gugup saat tampil, tetapi juga ada kebahagiaan karena bisa mengikuti perlombaan dan bertemu teman-teman dari berbagai daerah. Alhamdulillah, bisa mendapatkan hasil yang baik menjadi kebahagiaan tersendiri,” kata Cut Raisatul Haq.
Di sudut lain, momentum paling menggetarkan hati datang dari Dafiqi Rahmat. Tampil pada cabang Tilawah Golongan Tunanetra Putra, peserta asal Kecamatan Mesjid Raya ini tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat merefleksikan kembali dukungan orang-orang terdekat di balik keberhasilannya di atas panggung.
“Masyaallah, tabarakallah, saya sangat terharu. Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan sahabat-sahabat, tim official, para pendamping, serta semua pihak yang telah membantu dan mendampingi kami selama perlombaan, saya bisa melalui pengalaman ini dengan baik. Pesan saya kepada generasi selanjutnya, teruslah mencintai Al-Qur’an dan berprestasi di masa mendatang. Semoga ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” tutur Dafiqi penuh emosi.
Ketiganya adalah gambaran kecil dari barisan generasi muda Aceh Besar yang mendedikasikan waktu dan kemampuan mereka untuk Al-Qur’an.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan, perekat silaturahmi, serta wadah lahirnya generasi Qurani yang membumikan nilai-nilai Islam dalam keseharian.
Peukan Bada Sabet Juara Umum
Berdasarkan keputusan akhir Dewan Hakim, Kecamatan Peukan Bada resmi mengukuhkan diri sebagai Juara Umum MTQ ke-35 Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 setelah mendominasi perolehan nilai akhir sebesar 205 poin.
Sementara itu, Kecamatan Darul Imarah mengekor di posisi kedua dengan perolehan 137 poin, disusul tuan rumah Kecamatan Kuta Baro di peringkat ketiga dengan nilai 124.
Rangkaian pelaksanaan MTQ ke-35 yang bergulir sejak 24 hingga 31 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi batu pijakan penting untuk memperkuat semangat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus mencetak bibit-bibit unggul Aceh Besar untuk ajang di tingkat yang lebih tinggi. []











