Hiburan

Muhammad Hafiz, Pemuda Lhoknga yang Ingin Pariwisata Aceh Besar Mendunia Tanpa Kehilangan Budaya

KETIKKABAR.com, Aceh Besar — Muhammad Hafiz, pemuda berusia 20 tahun asal Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, yang menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Hukum UIN Ar-Raniry, menaruh perhatian pada masa depan pariwisata daerahnya melalui peran generasi muda dalam memperkenalkan potensi wisata, menjaga warisan budaya, dan mempertahankan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.

Semangat generasi muda dalam memperkenalkan potensi daerah dan menjaga warisan budaya terus menjadi harapan bagi masa depan pariwisata Aceh Besar. Salah satu sosok yang membawa semangat tersebut adalah Muhammad Hafiz.

Bagi Muhammad Hafiz, menjadi Duta Wisata bukan sekadar tentang mengenakan selempang atau berdiri di hadapan banyak orang.

Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab besar untuk memperkenalkan identitas daerah, menjaga warisan budaya, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan yang dimiliki Aceh Besar.

Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya menampilkan keindahan alam untuk menarik perhatian wisatawan. Di balik setiap destinasi, terdapat cerita, tradisi, budaya, dan nilai kehidupan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat.

BACA JUGA:  USK Dorong Ekonomi Kreatif Gampong Naga Umbang Melalui Inovasi Tempe Korna dan Ketekor

Menjadi Duta Wisata berarti turut mengambil peran dalam menjaga semua itu agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Menjadi Duta Wisata bukan sekadar tentang selempang yang disandang, tetapi tentang tanggung jawab yang diperjuangkan,” demikian prinsip yang menggambarkan pandangannya terhadap peran seorang Duta Wisata.

Ia memandang bahwa memperkenalkan pariwisata juga berarti mengajak orang untuk memahami makna di balik keindahan yang mereka lihat. Sebab, sebuah daerah bukan hanya dikenal melalui panorama alamnya, tetapi juga melalui budaya, keramahan masyarakat, serta warisan yang terus dijaga.

Aceh Besar, bagi Muhammad Hafiz, bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan warisan yang patut dicintai dan kebanggaan yang layak diperkenalkan kepada dunia.

Sebagai putra daerah Kecamatan Lhoknga, semangat untuk mengangkat potensi daerah menjadi pesan penting yang ingin ia sampaikan.

Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Aceh Besar merupakan aset berharga yang perlu dirawat bersama, bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi juga untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Besar Meninjau Sumber Air Leupung di Alue Ijo Akibat Krisis Air

Baginya, generasi muda memiliki ruang dan tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam memperkenalkan daerahnya.

Melalui kreativitas, pengetahuan, dan kepedulian terhadap budaya lokal, anak muda dapat menjadi penghubung antara kekayaan daerah dan dunia luar.

Pada akhirnya, pariwisata bukan semata-mata tentang seberapa banyak orang datang berkunjung, melainkan juga tentang bagaimana sebuah daerah tetap mampu menjaga jati dirinya di tengah perkembangan zaman.

“Sebab pariwisata bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi tentang apa yang kita jaga dan tinggalkan.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keindahan Aceh Besar tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada nilai-nilai budaya dan warisan yang hidup di tengah masyarakatnya.

Melalui semangat generasi muda seperti Muhammad Hafiz, harapan untuk memperkenalkan Aceh Besar dengan tetap menjaga identitas dan kebudayaannya menjadi sebuah langkah penting menuju pariwisata yang berkelanjutan.[]

TERKAIT LAINNYA