KETIKKABAR.com, Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjelaskan alasan pergantian Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan penyegaran manajemen dilakukan untuk memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan kualitas layanan listrik, termasuk merespons gangguan pasokan listrik di Batam pada 12 Oktober 2026.
Dony mengatakan penguatan PLN Group merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk mendorong transformasi perusahaan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, kualitas pelayanan, serta kecepatan respons terhadap kebutuhan pelanggan.
“Pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas kami dalam penguatan PLN Group. Melalui penyegaran manajemen ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat merasakan peningkatan kualitas layanan, mulai dari keandalan pasokan hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan,” kata Dony dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).
Menurut Dony, peningkatan kualitas layanan PLN tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia.
Danantara menilai penguatan kinerja PLN Group diperlukan agar perusahaan mampu menyediakan listrik yang lebih andal dan memberikan pelayanan yang responsif kepada pelanggan.
Meski gangguan listrik di Batam menjadi sorotan bersamaan dengan pergantian pimpinan PLN, Danantara menyampaikan penyegaran manajemen sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan kualitas layanan.
Pernyataan tersebut menekankan transformasi perusahaan tanpa secara eksplisit menyebut gangguan di Batam sebagai satu-satunya alasan pergantian Darmawan.
Danantara Minta Maaf atas Gangguan Listrik Batam
Selain menyoroti penyegaran manajemen PLN, Danantara memberikan perhatian khusus terhadap gangguan pasokan listrik di Batam pada 12 Oktober 2026.
Peristiwa tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dony menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PLN Batam. Ia mengatakan Danantara memahami kesulitan yang dialami masyarakat dan dunia usaha akibat gangguan tersebut.
“Kebutuhan pelanggan menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk mendukung PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang semakin baik,” ucapnya.
Danantara menyatakan peningkatan kualitas layanan PLN Batam merupakan bagian dari transformasi PLN Group. Pengembangan perusahaan diarahkan untuk memperkuat keandalan pasokan, mempermudah pelayanan, serta meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Pengelolaan PLN Batam Beralih ke Danantara
Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, PLN Batam selanjutnya akan berada langsung di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.
Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi perusahaan, meningkatkan pelayanan kelistrikan, serta memperkuat daya tarik investasi di Batam.
Danantara menilai Batam memiliki peluang pertumbuhan ekonomi yang besar karena menjadi salah satu kawasan penting bagi kegiatan usaha dan investasi di Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Danantara juga menyebut PLN Batam menjalankan model bisnis mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja dan kualitas layanannya.
Penguatan pengelolaan PLN Batam diharapkan membuat perusahaan semakin optimal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha. Selain keandalan pasokan, peningkatan respons terhadap keluhan pelanggan juga menjadi bagian dari arah perbaikan layanan yang disampaikan Danantara.
Penyegaran Manajemen untuk Perkuat Kinerja PLN
Pergantian Darmawan Prasodjo berlangsung ketika Danantara mendorong penguatan kinerja PLN Group. Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan sekaligus memastikan ketersediaan listrik yang mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Dony menegaskan bahwa transformasi PLN harus berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Peningkatan kualitas pelayanan dan keandalan pasokan menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan listrik negara tersebut.
Dengan penyegaran manajemen dan penguatan pengelolaan PLN Batam, Danantara berharap kinerja PLN Group semakin baik dan mampu merespons tantangan kelistrikan secara lebih efektif di berbagai wilayah Indonesia. []











