Hukum

Lima Anggota OPM Perbatasan Papua-PNG Kembali ke NKRI dan Serahkan Tiga Senjata Api

KETIKKABAR.com — Sebanyak lima anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini (PNG) secara resmi memilih kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menyerahkan tiga pucuk senjata api beserta amunisi kepada aparat TNI pada Minggu (27/9/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah jajaran Kodam XVII/Cenderawasih secara intensif melakukan pendekatan humanis serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Penyerahan Senjata Api dan Hasil Pembinaan Teritorial Berkelanjutan

Selain menyatakan ikrar setia kembali ke NKRI, kelima orang tersebut menyerahkan tiga pucuk senjata api yang terdiri dari satu pucuk FN, satu pucuk revolver, dan satu senjata rakitan, lengkap beserta magasin dan amunisinya kepada aparat keamanan.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, menjelaskan bahwa kembalinya kelima anggota OPM tersebut merupakan hasil konkret dari pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih—mulai dari tingkat Korem, Kodim, hingga satuan kewilayahan.

“Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Febriel pada Minggu (27/9/2026).

BACA JUGA:  Implikasi Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan 5 Pejabat Lapas Kelas IIA Cibinong

Dampak Positif Pemberdayaan Ekonomi Sejak 2019

Febriel mengungkapkan bahwa proses pembinaan tersebut sejatinya telah dirintis sejak tahun 2019, yang dipicu oleh kembalinya salah satu tokoh OPM berinisial LK ke NKRI.

Setelah kembali ke masyarakat, LK memperoleh dukungan sarana usaha peternakan dari pemerintah dan aparat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.

Pengalaman nyata peningkatan kesejahteraan hidup dan kondisi ekonomi yang membaik dari keluarga LK tersebut menjadi dorongan kuat bagi anggota keluarga lainnya yang masih bertahan di dalam hutan perbatasan.

“Lima anggota keluarga yang sebelumnya masih berada di seberang perbatasan bersama kelompok OPM akhirnya memilih kembali dan menjalani kehidupan bersama masyarakat,” ujarnya.

Harapan Jadi Jembatan Damai dan Sinergi Pembangunan Papua

Febriel berharap kembalinya kelima warga tersebut dapat menjadi momentum penting sekaligus pembuka jalan bagi anggota kelompok bersenjata lainnya untuk memilih jalan damai dan berintegrasi kembali dengan masyarakat.

“Harapan saya, mereka yang baru kembali dapat menjadi jembatan damai untuk mengajak saudara-saudara kita yang masih berada di dalam hutan untuk kembali berbaur, berkebun, dan membangun masa depan bersama tanpa rasa cemas,” katanya.

BACA JUGA:  Denny Indrayana Sentil Bawaslu Tak Bisa Akses Berkas Syarat Pencalonan Gibran: Bagaimana Kami?

Ia menegaskan bahwa langkah menciptakan kedamaian yang berkelanjutan dan membangun masa depan Papua memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Menurut Febriel, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga situasi keamanan yang kondusif sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi warga lokal Papua.[]

TERKAIT LAINNYA