KETIKKABAR.com — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Asian Development Bank (ADB).
Pertemuan ini membahas rencana pengembangan kawasan Sabang melalui program Sabang Integrated Sustainable Tourism and Urban Development Project.
FGD yang diinisiasi oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tersebut digelar di Aula Lantai IV Kantor Pusat BPKS Sabang, Jumat (25/9/2026).
Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian Joint Consultative Mission guna memetakan potensi, kebutuhan, serta tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan kawasan perkotaan di Sabang.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli H. Adam menggarisbawahi letak geografis Sabang yang sangat strategis di jalur pelayaran internasional.
Ia mendorong percepatan penyelesaian Rencana Induk Pelabuhan (RIP) BPKS. Langkah diplomasi ini sebelumnya juga telah dibahas langsung bersama Wakil Menteri Perhubungan.
“Kita harap bisa dipercepat, karena kalau kita lihat posisi Sabang strategis sekali di selat Malaka yang jalurnya paling ramai dilewati kapal,” kata Zulkifli, Jumat (25/9/2026).
Zulkifli menilai lalu lintas kapal di Selat Malaka merupakan peluang ekonomi besar yang bisa ditangkap Sabang, khususnya melalui penyediaan layanan logistik dan pasokan energi, termasuk pemanfaatan potensi panas bumi Jaboi.
“Kalau kapal-kapal itu bisa singgah di Sabang, kita bisa memberikan layanan. Singgah untuk air, singgah untuk listrik, itu sebenarnya peluang yang besar,” ujarnya.
Di sektor pariwisata, Pemko Sabang membidik wisman asal Malaysia serta wisatawan domestik dari Medan sebagai pasar utama.
Pemerintah Kota Sabang menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kemudahan perizinan serta memperkuat koordinasi bersama BPKS demi menyukseskan proyek kolaboratif tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menekankan pentingnya keterpaduan peran antara BPKS dan Pemko Sabang.
Dua fokus utama yang diusung yakni pengembangan pariwisata berkelanjutan dan industri kelautan yang ditopang oleh kesiapan infrastruktur, penataan kawasan, hingga pengelolaan sampah.
“Dengan perencanaan yang terintegrasi, proyek-proyek pembangunan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat diimplementasikan secara kolaboratif oleh BPKS, Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, serta kementerian terkait yang juga memiliki peran di kawasan ini,” terang Iskandar.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi, menjelaskan bahwa kedatangan tim gabungan ini bertujuan melakukan validasi langsung di lapangan mengenai kebutuhan dan tahapan proyek yang realistis.
“Ini bukan hanya sebuah perjalanan melihat-lihat, tapi menurut kami ini adalah sebuah kesempatan penting untuk validasi proyek-proyek yang sedang kami siapkan bersama teman-teman Bappenas dan teman-teman ADB,” ujar Jayadi.
Dari pihak pemodal, Water and Urban Development Sector Office ADB, Nicolas Pitet, serta Senior Infrastructure Specialist ADB, Kin Chan, menyampaikan komitmennya untuk mendukung pembangunan berbasis manfaat sosial-ekonomi.
ADB menyoroti pentingnya penguatan layanan dasar seperti air bersih, energi, konektivitas internet, hingga manajemen sampah terpadu demi mendongkrak sektor pariwisata yang inklusif bagi UMKM, perempuan, dan pemuda di Sabang.[]









