KETIKKABAR.com – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, melayangkan peringatan tegas terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan keras tersebut menyoroti konsistensi serta komitmen nyata pemerintah pusat dalam memberantas jaringan mafia, praktik korupsi, hingga cengkeraman oligarki di Indonesia.
Habib Rizieq menegaskan bahwa posisi ulama, habaib, maupun FPI bukanlah oposisi politik murni yang menentang jalannya roda pemerintahan secara membabi buta.
Menurutnya, seluruh pergerakan organisasinya tetap bertumpu pada prinsip amar makruf nahi mungkar, yakni mencegah kemungkaran dan menegakkan kebenaran.
FPI berkomitmen mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Namun, pihaknya menyatakan siap berdiri di barisan terdepan untuk melawan apabila kebijakan penguasa dinilai menabrak ketentuan konstitusi serta syariat agama.
Menyikapi tingginya desakan dari berbagai elemen masyarakat yang mendorong FPI untuk kembali menggelar aksi unjuk rasa, Habib Rizieq menyatakan bahwa organisasinya kini menerapkan pendekatan yang berbeda.
Setiap isu maupun keresahan sosial yang muncul wajib ditelaah secara mendalam dari kacamata hukum sebelum mengambil keputusan untuk bertindak.
FPI kini memprioritaskan strategi pergerakan yang lebih matang dan berbasis bukti otentik. Oleh karena itu, ia secara terbuka mengundang masyarakat yang mengantongi bukti pelanggaran hukum atau kejanggalan kebijakan untuk membawanya ke markas DPP FPI agar dapat dikaji secara komprehensif.
“Ibu-ibu silakan datang ke DPP FPI, kita saling membuka berkas dan dokumen. Ayo kita diskusi. Kami punya 100 tim hukum, akan kita pelajari,” paparnya.
Menyoroti konstelasi politik ke depan, Habib Rizieq secara lugas menagih pembuktian janji-janji kampanye Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa dukungan dari basis massanya bersifat kondisional dan bergantung penuh pada ketegasan sang presiden dalam membersihkan lingkaran kekuasaannya dari para pelaku korupsi.
“Kalau Prabowo serius tidak omon-omon mau perang lawan mafia, koruptor, dan oligarki, kita ada di barisan terdepan. Tapi kalau Prabowo justru melindungi mereka, enggak ada urusan mau presiden atau jenderal, wajib kita lawan!” pungkas Rizieq.[]










