Nasional

Tim DVI Polri Intensifkan Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, 9 Jenazah Telah Diserahkan ke Keluarga

KETIKKABAR.com — Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus mengintensifkan proses identifikasi terhadap para korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa.

Hingga Selasa (22/9/2026), tercatat 18 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi, di mana sembilan di antaranya telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga, sementara sembilan jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan intensif.

Merujuk pada data resmi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Selasa (22/9/2026) pukul 11.30 WITA, dari total 243 manifest penumpang dan ABK, sebanyak 126 jiwa telah ditemukan dengan rincian 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 jiwa lainnya masih dalam operasi pencarian intensif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa setiap jenazah yang tiba di posko evakuasi langsung melalui prosedur ilmiah standar DVI, yakni dengan memvalidasi data ante mortem dari pihak keluarga dengan data post mortem dari hasil autopsi medis.

“Polri melalui DVI terus memberikan pelayanan identifikasi kepada korban KM Virgo Transport 8. Setiap korban yang ditemukan dilakukan proses identifikasi dengan mengacu pada data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas korban dipastikan, korban segera diserahkan kepada keluarga,” ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

BACA JUGA:  Wagub Aceh Fadhlullah Minta Unsur Daerah Masuk Struktur Desk Koordinasi Aceh

Sebagai langkah penguatan data pembanding, Polri juga bergerak cepat mengumpulkan data primer dan sekunder keluarga, termasuk pengambilan sampel DNA.

Tercatat, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat telah aktif mengambil sampel biologis dari pihak keluarga untuk segera dikirim dan diuji secara molekuler di Pusdokkes Polri.

Di lapangan, sinergi lintas satuan yang melibatkan Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, Pusdokkes Polri, serta unsur Inafis terus berjibaku memeriksa kantong jenazah yang baru tiba melalui serangkaian uji medis meliputi odontologi forensik, sidik jari, analisis rekam medis, identifikasi properti, hingga tes DNA komparatif.

Trunoyudo menegaskan bahwa ketelitian dan kehati-hatian menjadi standar utama dalam seluruh tahapan rekonsiliasi agar tidak terjadi kesalahan sekecil apa pun sebelum jenazah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA:  Rutan Jantho Gandeng APH Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine

“Data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Polri terus memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan secara cermat sehingga identitas korban dapat dipastikan sebelum diserahkan kepada keluarga,” katanya.

Di saat bersamaan, dinamika di sektor pencarian menunjukkan progres di mana Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga jasad tambahan pada Selasa pagi melalui operasi penyelaman bawah air untuk segera diserahkan ke instalasi forensik.

Komitmen penuh terus digelorakan oleh institusi kepolisian, di mana jajaran DVI dan Dokkes berkomitmen mendampingi keluarga korban secara berkelanjutan seiring dengan operasi pencarian lanjutan yang masih digeber oleh tim penyelamat di Laut Jawa.[]

TERKAIT LAINNYA