Nasional

Di Bayangi Ancaman OPM di Intan Jaya, TNI Kerahkan Dua Helikopter Bell Evakuasi Warga Ugimba

KETIKKABAR.com — Di tengah situasi keamanan yang rentan akibat aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, prajurit TNI mengerahkan dua unit helikopter Bell untuk mengevakuasi seorang warga sipil yang membutuhkan pertolongan medis mendesak.

Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Minggu (9/8/2026) di wilayah Ugimba. Aksi penyelamatan ini bermula saat prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema tengah melaksanakan patroli rutin di kawasan yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi serta tantangan medan yang ekstrem.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa tim di lapangan langsung bergerak memberikan pertolongan setelah mendapati seorang warga yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

BACA JUGA:  Kaops Damai Cartenz-2026 Tinjau Pos Satgas di Sinak, Perkuat Pendekatan Humanis Bersama Masyarakat

“Proses evakuasi kemanusiaan dilaksanakan menggunakan dua unit Helikopter Bell pada pukul 12.25 hingga 12.48 WIT,” kata Wirya dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Operasi evakuasi udara ini melibatkan 11 personel terlatih. Setelah berhasil dievakuasi dari Ugimba, warga tersebut langsung diterbangkan menuju Distrik Sugapa untuk diserahkan kepada Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Misael Sondegau, agar mendapat perawatan lanjutan.

Wirya mengungkapkan bahwa proses penyelamatan ini tidak luput dari berbagai kendala di lapangan, mulai dari kondisi geografis yang terjal, dinamika cuaca yang cepat berubah, hingga faktor keamanan wilayah. Kendati demikian, seluruh hambatan tersebut dapat diatasi berkat kesigapan prajurit.

“Prajurit segera bergerak dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, serta tanggung jawab sebagai pelindung masyarakat,” ujar Wirya.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Dampingi Wakil Presiden RI Tinjau Hasil Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Desa Kendawi, Gayo Lues

Ia menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di daerah rawan konflik tidak hanya berfokus pada penegakan stabilitas keamanan wilayah, melainkan juga memegang komitmen penuh untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat sipil.

“Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali mencerminkan kompleksitas pengamanan di Papua, di mana aparat dituntut untuk senantiasa siaga menghadapi ancaman kelompok bersenjata, sekaligus memastikan keselamatan dan akses pertolongan darurat bagi warga sipil tetap menjadi hal yang utama.[]

TERKAIT LAINNYA