Daerah

BPBD Aceh Besar Tangani 7 Kejadian Baru Dampak Angin Kencang di 5 Kecamatan

KETIKKABAR.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar terus bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem.

Pada Jumat (7/8/2026), tercatat ada tujuh kejadian baru akibat angin kencang yang melanda sejumlah titik di lima kecamatan, dengan dominasi peristiwa pohon tumbang yang sempat mengganggu arus lalu lintas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) hingga Jumat sore, ketujuh insiden tersebut meliputi lima titik pohon tumbang, satu fasilitas keagamaan yang rusak, serta satu unit toko yang mengalami kerusakan pada bagian atap.

“BPBD Aceh Besar bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan terhadap tujuh kejadian akibat angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah. Dari pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa,” kata Ridwan.

Ia merinci, kejadian pertama terpantau di Gampong Saney Utamong Gapuy, Kecamatan Lhoong, sekitar pukul 13.05 WIB, di mana angin kencang merobohkan sarana tempat istirahat di kompleks masjid.

BACA JUGA:  Bupati Aceh Besar Minta Perhatian Pusat untuk Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Selanjutnya, pohon tumbang melintang di badan Jalan Nasional Banda Aceh–Medan di Gampong Lampreh, Kecamatan Ingin Jaya. Peristiwa serupa juga terjadi di jalur menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (Gampong Cot Karieng, Blang Bintang dan Gampong Pasie Garot, Ingin Jaya), Jalan Lintas Lambaro–Banda Aceh (Gampong Lubuk Batee, Ingin Jaya), serta Jalan Lintas Limpok (Gampong Cot Cut, Kuta Baro).

Sementara itu, di Gampong Ajun, Kecamatan Peukan Bada, embusan angin kencang menyapu dan menerbangkan bagian atap toko tiga lantai milik warga di ruas Jalan Banda Aceh–Meulaboh.

“Petugas telah melakukan pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik untuk memastikan akses transportasi kembali aman. Selain itu, pendataan kerusakan terus dilakukan di lokasi kejadian,” ujar Ridwan.

Dalam proses evakuasi dan pembersihan, BPBD mengerahkan personel pemadam kebakaran (damkar) dan Pusdalops-PB yang bersinergi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Tiba di Bumi Ate Fulawan, Kak Na Serahkan Bantuan Bufferstok Senilai Rp2,2 Miliar untuk Simeulue

Menyikapi eskalasi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Ridwan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari.

“Masyarakat kami imbau tetap waspatan saat beraktivitas di luar ruangan dan berkendara. Hindari berteduh di bawah pohon atau berada di sekitar bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang,” pungkasnya.

Dengan tambahan tujuh laporan baru pada Jumat (7/8/2026), total akumulasi kejadian akibat cuaca ekstrem yang melanda Aceh Besar sejak 4 Agustus 2026 kini telah mencapai 23 kejadian, meningkat dari catatan sehari sebelumnya yang berjumlah 16 kejadian di delapan kecamatan. BPBD Aceh Besar terus menyiagakan posko untuk memantau potensi cuaca susulan.

TERKAIT LAINNYA