Hukum

Tepis Tuduhan Aliran Dana Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi Angkat Bicara

KETIKKABAR.com – Advokat Yuenchi Arwindi angkat bicara merespons narasi di media sosial yang mengaitkan namanya dengan dugaan aliran dana dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Yuenchi secara resmi membantah seluruh tuduhan yang menyebut dirinya menyimpan atau menerima aset milik Febrie.

Febrie Adriansyah sendiri saat ini berstatus tersangka dalam perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait tata kelola batu bara.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah penyidik menyita 74 kilogram emas serta uang tunai dalam jumlah besar dari kediaman Febrie di Sentul, Bogor.

Dalam surat klarifikasi tertulis, Yuenchi menegaskan bahwa tudingan penerimaan dana fantastis dari mantan Jampidsus tersebut adalah informasi yang tidak benar dan tidak berdasar.

“Dengan ini saya menegaskan bahwa pemberitaan yang menyatakan atau mengesankan bahwa saya telah menerima dana dalam jumlah fantastis dari Mantan Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) adalah tidak benar, tidak berdasar, dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” tulis Yuenchi, Selasa (14/7/2026).

Yuenchi membeberkan rekam jejak pekerjaannya untuk meluruskan tuduhan tersebut. Ia menjelaskan sempat bekerja sebagai advokat di Bima Sena Law Firm pada periode Februari hingga September 2025.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Selama di firma hukum tersebut, ia bertugas menangani perkara Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) milik perusahaan Bakrie.

Selain itu, ia juga memegang tugas administratif sebagai General Affairs yang mengelola petty cash (dana operasional kecil) kantor.

Ia menegaskan, dana operasional yang dikelolanya setiap bulan sangat terbatas, yakni berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

“Dana petty cash yang berada dalam pengelolaan saya setiap bulannya hanya berkisar antara Rp5.000.000 sampai dengan Rp10.000.000 dan seluruh penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan operasional kantor, bukan merupakan penerimaan pribadi maupun dana yang berasal dari pihak lain,” tegasnya.

Terkait isu panggilan dari Mabes Polri pada Agustus 2025, Yuenchi menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima surat panggilan tersebut secara langsung, sehingga ia tidak mengetahui adanya agenda pemeriksaan.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Ia pun menegaskan bahwa sejak 5 Oktober 2025 hingga kini telah bekerja di Husendro & Partners Law Firm.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian atau kejaksaan yang menetapkan Yuenchi Arwindi sebagai pihak yang terlibat dalam perkara Febrie Adriansyah.

Tuduhan yang beredar di media sosial sejauh ini juga tidak disertai dengan bukti yang menunjukkan adanya aliran dana terkait.

Yuenchi memastikan bahwa ia tidak pernah terlibat dalam perbuatan melawan hukum sebagaimana narasi yang beredar.

“Saya tidak pernah menerima dana sebagaimana yang diberitakan maupun terlibat dalam perbuatan yang bertentangan dengan hukum sebagaimana dikaitkan dalam pemberitaan tersebut,” pungkasnya.[]

TERKAIT LAINNYA