KETIKKABAR.com – Semangat kebersamaan dan nilai luhur budaya gotong royong kembali tercermin dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Yon TP dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan pengecoran pondasi jembatan sebagai salah satu tahapan penting dalam pembangunan infrastruktur yang akan menjadi akses utama bagi masyarakat, Minggu (5/7/2026).
Pengecoran pondasi merupakan pekerjaan yang memiliki peran sangat vital karena menjadi dasar penopang seluruh konstruksi jembatan.
Oleh sebab itu, seluruh proses dikerjakan secara teliti dengan mengutamakan kualitas pekerjaan, mulai dari persiapan material, pencampuran adukan beton, hingga proses pengecoran pada titik-titik pondasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sinergi antara personel TNI dan masyarakat membuat seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.
Sejak pagi hari, suasana penuh semangat tampak mewarnai lokasi pembangunan. Personel Babinsa, anggota Yon TP, serta masyarakat bekerja sama mengangkut material bangunan, menyiapkan adukan semen, pasir, dan batu, kemudian menuangkannya ke dalam cetakan pondasi secara bertahap. Kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi kunci utama sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Babinsa Desa Lawe Pinis, Serka Musliyadi, mengatakan bahwa kegiatan pengecoran pondasi tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Menurutnya, pembangunan yang dilaksanakan secara bergotong royong tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang sedang dikerjakan bersama.
“Gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus kita pelihara. Selain mampu mempercepat penyelesaian pekerjaan, kegiatan seperti ini juga mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi modal utama dalam membangun desa,” ujar Serka Musliyadi.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas mendukung pembangunan fisik, tetapi juga berperan sebagai motivator yang terus mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembangunan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah atau TNI semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Babinsa terus mendorong tumbuhnya kesadaran warga agar senantiasa menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun selama proses pembangunan berlangsung.
Serka Musliyadi juga mengimbau masyarakat agar budaya gotong royong terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, menjaga kebersihan desa, serta mendukung berbagai program pembangunan demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan semakin maju.
Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan bersama tersebut merupakan implementasi tugas Komando Kewilayahan melalui fungsi Pembinaan Teritorial. Kehadiran Babinsa di desa binaan diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat dalam membangun wilayah, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat. Setelah selesai nantinya, jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, mempercepat distribusi hasil panen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Selain memberikan manfaat dari sisi ekonomi, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan masyarakat saat melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika harus menyeberangi sungai yang selama ini menjadi kendala, khususnya pada musim penghujan ketika debit air meningkat.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Lawe Pinis, Anuar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh personel TNI yang selama ini terus mendampingi masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa. Menurutnya, kehadiran TNI telah memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang selalu hadir membantu masyarakat. Berkat semangat gotong royong yang terus terjalin, pekerjaan pengecoran pondasi dapat berjalan dengan lancar dan lebih cepat. Kehadiran TNI benar-benar memberikan semangat, rasa aman, dan dampak positif bagi masyarakat Desa Lawe Pinis,” ungkap Anuar.
Melalui sinergi yang terus terjalin antara TNI, personel Yon TP, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan menjadi sarana transportasi yang aman, kokoh, dan nyaman, sekaligus menjadi infrastruktur strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi, serta menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah.[]












