Internasional

Balas Agresi ke Lebanon, IRGC Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel

KETIKKABAR.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel pada Minggu (7/6/2026) malam waktu setempat.

Serangan tersebut secara spesifik menargetkan Pangkalan Udara Ramat David, yang diduga menjadi titik peluncuran operasi militer Israel terhadap Lebanon.

Operasi militer ini merupakan balasan langsung atas serangan Israel yang menargetkan warga sipil di Lebanon Selatan dan pinggiran selatan Beirut. IRGC menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk pembelaan atas eskalasi konflik yang terus berlanjut.

“(Serangan dilakukan) Sebagai tanggapan terhadap pembantaian yang dilakukan oleh entitas Zionis terhadap warga sipil di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut,” bunyi pernyataan resmi IRGC sebagaimana dilaporkan Anadolu, Senin (8/6/2026).

Peringatan atas Pelanggaran Gencatan Senjata Dalam keterangannya, IRGC menyebut serangan tersebut sebagai sebuah “peringatan” bagi Israel dan sekutunya, Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 17 Penerbangan di Bandara General Santos Dibatalkan

Iran menuding kedua negara tersebut telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sejak 8 April lalu.

“Persetujuan kami atas gencatan senjata pada 8 April bergantung pada penghentian permusuhan di semua lini, tapi seperti biasa, AS dan rezim Zionis tidak mematuhi janji mereka,” tegas IRGC dalam pernyataannya.

Selain masalah di Lebanon, IRGC juga menyoroti adanya pelanggaran berupa serangan berulang terhadap perairan dan kapal-kapal Iran di kawasan Selat Hormuz, Laut Oman, hingga Samudera Hindia.

Ancaman Serangan yang Lebih Luas Serangan ini merupakan yang pertama dilakukan Iran sejak gencatan senjata berlaku dua bulan lalu. Iran meluncurkan tiga gelombang rudal yang menghantam wilayah Israel bagian utara.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina Selatan, Warga Pesisir Dievakuasi Akibat Ancaman Tsunami

IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan segan untuk meningkatkan skala serangan jika Israel memilih untuk membalas atau tetap melanjutkan agresi militernya.

Komandan Markas Besar Khatam Al Anbiya juga mengeluarkan peringatan keras kepada Israel. Jika militer Zionis membalas tindakan Iran atau terus menyerang pinggiran selatan Beirut, maka Israel akan menghadapi respons yang jauh lebih masif.

“Serangan dahsyat akan diluncurkan terhadap rezim (Israel) dan para pendukungnya,” demikian isi pernyataan markas pusat militer Iran tersebut.

Pemerintah Israel sendiri hingga saat ini belum memberikan rincian lengkap mengenai dampak kerusakan di Pangkalan Udara Ramat David, namun situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dipastikan kembali berada dalam kondisi kritis pasca-insiden ini.[]

TERKAIT LAINNYA