KETIKKABAR.com – Anggota DPR RI sekaligus musisi, Ahmad Dhani, memicu kontroversi di media sosial setelah melontarkan tudingan keras terkait dugaan perselingkuhan seorang wanita dengan pemilik salah satu stasiun televisi swasta.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (30/4/2026), Dhani menyebut adanya upaya penggiringan opini publik yang telah berlangsung selama dua dekade.
Persoalan ini mencuat bermula dari reaksi putri Dhani, Shafeea, yang menangis saat menyaksikan sebuah acara siraman. Dhani mengklaim bahwa momen tersebut hanyalah sebuah sandiwara.
“Yang tadi kamu lihat adalah akting yang sangat buruk dari wanita yang mentalnya perlu diperiksa,” tulis Dhani dalam unggahannya.
Dhani membeberkan bahwa wanita tersebut sebenarnya telah ditalak tiga oleh suaminya karena dugaan perselingkuhan dengan pemilik TV swasta. Ia menyatakan bahwa pengakuan tersebut telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh pihak terkait.
Lebih lanjut, pentolan band Dewa 19 ini menuding adanya keterlibatan rumah produksi infotainment dalam membangun narasi palsu selama 20 tahun.
Narasi yang ia maksud meliputi tuduhan suami berselingkuh, hambatan bertemu anak, hingga laporan KDRT yang disebutnya sebagai laporan palsu.
“Beberapa narasi itu terus diangkat oleh infotainment, sudah 20 tahun berlangsung,” ungkap Dhani. Ia menambahkan bahwa rumah produksi tersebut diduga “bekerja untuk selingkuhannya pemilik TV swasta”.
Terkait aspek hukum, Dhani menegaskan bahwa fakta di persidangan berbeda jauh dengan opini yang berkembang di masyarakat. Ia menyebut Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan permohonan cerai tanpa memberikan hak asuh anak kepada pihak wanita.
“Terbukti, hakim Mahkamah Agung bukan penggemar sinetron dan drama Korea,” sindir Dhani dalam keterangannya.
Dhani juga melayangkan tantangan kepada publik untuk menelusuri identitas pemilik TV swasta yang ia maksud. Ia mengklaim wanita tersebut telah masuk dalam daftar hitam (blacklist) di stasiun televisi tersebut, serta menyebut istri dari pemilik TV itu mengetahui siapa sosok “pelakor sejati” yang sebenarnya.
Di akhir pernyataannya, Dhani menyayangkan momen siraman yang seharusnya menjadi sarana silaturahmi, namun menurut pandangannya, justru dimanfaatkan sebagai panggung drama untuk menarik simpati publik. []










