KETIKKABAR.com – Seorang pria bernama Shamar Elkins menembak mati delapan anak dalam sebuah insiden penembakan di Shreveport, Louisiana, Amerika Serikat, pada Minggu (19/4/2026).
Pelaku akhirnya tewas ditembak oleh aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri usai melancarkan aksinya.
Tujuh dari delapan korban tewas tersebut diketahui merupakan anak kandung dari pelaku. Juru bicara Kepolisian Shreveport, Chris Bordelon, mengungkapkan bahwa para korban anak-anak tersebut berusia antara satu hingga 12 tahun. Insiden penembakan ini berlangsung di dua lokasi rumah yang berbeda.
Selain korban meninggal dunia, dua orang dewasa dilaporkan mengalami luka-luka, salah satunya adalah ibu dari anak-anak pelaku.
“Ini adalah TKP yang sangat luas, tidak seperti apa pun yang pernah kami lihat sebelumnya,” ujar Bordelon, dikutip pada Senin (20/4/2026).
Setelah melakukan penembakan, Elkins sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi. Ia juga membajak sebuah mobil menggunakan ancaman senjata api sebelum akhirnya dilumpuhkan dan ditembak mati oleh petugas.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami motif pasti penembakan, namun dugaan awal mengarah pada murni masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Berdasarkan catatan kepolisian, Elkins sebelumnya pernah ditangkap pada tahun 2019 terkait kasus pelanggaran senjata api.
Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyampaikan duka cita atas peristiwa yang melanda kotanya tersebut.
“Ini adalah situasi yang sangat tragis, mungkin situasi paling tragis yang pernah kami alami,” ungkap Arceneaux.
Berdasarkan data dari Gun Violence Archive, tragedi ini menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di Amerika Serikat.
Sepanjang tahun 2026, tercatat telah terjadi sedikitnya 119 insiden penembakan massal di AS yang mengakibatkan 117 orang tewas, di mana 79 di antaranya merupakan anak-anak. []

















