Internasional

Trump Ancam Eskalasi Besar Jika Damai dengan Iran Gagal

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membuat eskalasi besar dalam perang jika proses perdamaian dengan Iran menemui jalan buntu.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di platform media sosial Truth Social menjelang pembicaraan antara AS dan Iran usai kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata pada Rabu (8/4/2026).

Trump menegaskan bahwa militer AS tidak akan ditarik dari Timur Tengah hingga kesepakatan damai benar-benar tercapai, sebagaimana dilansir Reuters.

Trump juga menyatakan bahwa kapal, pesawat, dan personel militer AS dengan tambahan amunisi serta persenjataan akan tetap disiagakan.

Hal ini dilakukan guna menghancurkan musuh jika diperlukan, meskipun dia tetap optimis kesepakatan permanen akan disepakati.

BACA JUGA:
Militer Israel Serbu Kapal Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla II

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang mana sangat kecil kemungkinannya, maka aksi serangan, lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” ujar Trump, Kamis (9/4/2026).

Trump juga mengeklaim bahwa Iran telah setuju untuk tidak mengejar senjata nuklir serta bersedia membuka kembali Selat Hormuz.

“Sementara itu, militer hebat kita sedang bersiap dan beristirahat, menantikan penaklukan berikutnya. Amerika telah kembali,” ujar Trump.

Situasi Lapangan Memanas

Di sisi lain, situasi di lapangan tetap memanas. Iran mengisyaratkan keraguan terhadap kelanjutan proses perdamaian menyusul serangan besar-besaran Israel di Lebanon pada Rabu (8/4/2026) yang menewaskan lebih dari 250 orang.

BACA JUGA:
Dicecar Soal Mental Trump Pimpin Perang Iran, Menhan AS Emosi di Hadapan Kongres

Ketua Parlemen Iran Mohammed Bager Qalibaf menilai, tuntutan Washington agar Teheran menghentikan ambisi nuklirnya di tengah agresi Israel telah mengancam jalannya perundingan.

“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi adalah hal yang tidak masuk akal,” ujar Qalibaf dalam pernyataan resminya.

Perbedaan agenda antara kedua belah pihak pun semakin nyata menjelang pembicaraan damai yang dijadwalkan dimulai di Pakistan.

AS dan Israel menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan penghentian permusuhan di Lebanon adalah syarat mutlak. []

TERKAIT LAINNYA